Waspada, Rambut Rontok Bisa Jadi Gejala Penyakit Sifilis

12 Februari 2020 20:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi rambut rontok  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambut rontok Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Penyakit sifilis atau Raja Singa yang disebabkan infeksi bakteri Treponema Pallidum termasuk salah satu jenis Infeksi Menular Seksual (IMS). Karena itu, sifilis identik dengan infeksi yang menyerang area kelamin.
ADVERTISEMENT
Namun, pada kondisi tertentu, bakteri sifilis bisa menyusup ke bagian tubuh lain, semisal kelenjar getah bening, telapak tangan dan kaki, jantung, hingga otak. Efek yang ditimbulkan, mulai dari pembesaran kelenjar getah bening, gangguan jantung, gangguan saraf, hingga abortus atau keguguran janin.
Salah satu gejala yang kerap disepelekan adalah kebotakan atau alopecia. Kondisi ini ditandai dengan rambut yang mulai rontok di beberapa bagian kulit kepala.
Ilustrasi rambut rontok. Sumber: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi rambut rontok. Sumber: Pixabay
“Umumnya belum sampai kebotakan tapi ada rambut rontok dan kebotakan yang ditimbulkan itu enggak beraturan,” ujar dr. Wresti Indriatimi, SpKK(K), M. Epid, dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (12/2).
Kerontokan rambut biasa terjadi saat sifilis sudah mencapai stadium 2 atau tahap sekunder. Berdasarkan tingkat keparahannya, penyakit sifilis terdiri dari empat tahap, yaitu siflis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier.
ADVERTISEMENT
“Meskipun masih di tahap sekunder, sifilis sudah bisa masuk ke susunan saraf pusat,” lanjut dr. Wresti.
Selain rambut rontok, gejala khas pada sifilis sekunder antara lain munculnya ruam dan bercak kemerahan pada telapak tangan dan kaki. Dr. Wresti menegaskan, ruam dan bercak ini dapat menularkan infeksi saat pengidap bersentuhan dengan orang lain.
Memang, media penularan sifilis tak melulu lewat kontak seksual. Ada beberapa cara penularan bakteri sifilis yang perlu diwaspadai sebagai berikut.
- Hubungan seksual, baik melalui genital to genital, anus to genital, maupun oral to genital.
- Ibu hamil penderita sifilis kepada janin yang dikandungnya
- Menular melalui darah atau produk darah yang tercemar bakteri
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020