Kumparan Logo

Waspada Siklon Tropis Selama April 2021, Ini Bahayanya Menurut LAPAN

kumparanSAINSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi badai. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi badai. Foto: Shutterstock

Banjir bandang menghantam ratusan rumah di Waiwerang, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, pada Minggu (4/4) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA. Akibatnya, 68 orang dikabarkan meninggal dunia.

Belakangan, BNPB menyebut bahwa banjir bandang di Flores diakibatkan oleh adanya badai berkekuatan besar yang memicu cuaca buruk, yakni siklon tropis Seroja. Sehari sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tentang siklon tropis (Tropical Cyclone/TC) 99S alias TC Seroja.

Hal ini ditunjukkan melalui pembentukan awan konvektif skala meso yang terjadi secara cepat pada Sabtu (3/4) pukul 20.00-24.00 WIB. Awan itu meluas sesuai dengan pergerakan siklon angin yang sangat kuat di sekitar wilayah NTT (Nusa Tenggara Timur).

Berdasarkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) inisiasi TC Seroja telah terbentuk sejak 2 April 2021 dan memengaruhi cuaca ekstrem di sekitar NTT berupa hujan persisten selama hampir 24 jam disertai angin kencang berdasarkan prediksi DSS SADEWA-LAPAN.

instagram embed

Hujan persisten dan angin kencang kembali terjadi selama dua hari pada tanggal 3 hingga 4 April 2021 dini hari yang kemungkinan merupakan pemicu kejadian banjir bandang yang terjadi pada 00.30 WIB.

Dampak TC Seroja berupa peningkatan signifikan dan persisten hujan dan angin kencang ini diperkuat oleh aktivitas gelombang ekuator Rossby yang tertahan di bagian timur Indonesia melalui pembentukan formasi tapal kuda (Gill pattern), terpantau oleh DST Gatotkaca-LAPAN.

Formasi ini membuat peningkatan uap air dan kelembapan terperangkap di bagian timur Indonesia. Selain itu, dukungan aktivitas gelombang MJO fase 5 yaitu di Indonesia bagian timur juga turut menambah suplai kelembaban yang terkonsentrasi wilayah tersebut sehingga menimbulkan cuaca ekstrem.

Sebagai catatan, masyarakat perlu mewaspadai pembentukan rangkaian siklon tropis yang dipicu oleh peningkatan suhu permukaan laut di dekat ekuator selama bulan April 2021. Kondisi ini menyebabkan potensi terjadinya Intertropical Convergence Zone (ITCZ) ganda yang dapat pecah dan berputar oleh gaya Coriolis, sehingga dapat menghasilkan serial bibit TC yang berdampak pada cuaca ekstrem di wilayah sekitar TC.