1 Dekade BOLD Riders & Gresini Bermitra, Perkuat Support Jelang MotoGP Mandalika

MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung pekan ini. Sebelum rangkaian balapan dimulai, atmosfer hangat tercipta di Jakarta dalam Meet & Greet Bold Riders dengan Gresini Racing, Rabu (7/10). Alex Marquez dan Fermín Aldeguer menyapa langsung komunitas otomotif dan para awak media. Perjumpaan ini jadi ruang selebrasi atas ikatan emosional mendalam yang telah terbangun.
Selama kegiatan berlangsung, suasana acara terasa sangat cair dan interaktif karena diisi dengan berbagai permainan hiburan dan sesi tanya jawab. Marquez dan Aldeguer berpartisipasi aktif dalam sesi pertanyaan cepat bertema kuliner hingga budaya Indonesia. Selain itu, keduanya juga ditantang menebak nama sirkuit berdasarkan rekaman suara mesin motor, yang memancing antusiasme serta riuh sorak dari semua yang hadir.
Kemeriahan acara berlanjut saat fans diberi kesempatan berinteraksi dan mengajukan pertanyaan ke kedua pebalap. Dalam sesi tersebut, Marquez menyampaikan pesan penting terkait keselamatan berkendara bagi para anggota komunitas. Sementara itu, Aldeguer membagikan pengalamannya mengenai tekanan serta tantangan besar saat berkompetisi di kelas utama MotoGP.
Perwakilan BOLD Riders, A. Surjanto, menegaskan bahwa perjalanan panjang ini telah mengikis sekat-sekat bisnis formal. Filosofi Gresini Family yang diusung tim Italia itu bertaut presisi dengan nilai utama BOLD Riders, yakni Spirit of Brotherhood. Semangat persaudaraan ini merangkul seluruh pencinta roda dua dari berbagai divisi dan tipe motor tanpa sekat gengsi.
"Kami udah bertahun-tahun ya sama Gresini, dan sebenarnya nggak cuma kami ngomongin kerja sama biasa, partnership biasa. Ini lebih ke ada emotional bonding sama mereka, udah kayak satu keluarga," ungkapnya.
Kemitraan yang terjalin hampir satu dekade ini teruji bukan hanya saat tim meraih kemenangan di lintasan. A. Surjanto menekankan bahwa BOLD Riders mengalirkan dukungan yang melintasi aspek finansial hingga sokongan emosional secara berkelanjutan.
"Support kami pasti enggak hanya financially ya. Emotionally juga kami support. Kami ada, enggak hanya saat mereka sukses. Kami ada up and down-nya dengan mereka dan kami selalu support mereka. Jadi ketika mereka mendapatkan bad result atau good result, kami selalu kontak dengan mereka, kami selalu give support ke mereka," terang A. Surjanto.
Komitmen BOLD Riders dalam merawat persaudaraan diwujudkan secara nyata melalui program apresiasi bagi komunitas otomotif Indonesia. Pengalaman berskala internasional dihadirkan secara konsisten. Selain membawa pebalap ke Jakarta sebelum terbang ke Mandalika, BOLD Riders baru saja memboyong anggota komunitas dalam program VIP Experience di Sirkuit Motegi, Jepang. Di sana, para anggota komunitas berkesempatan menginjakkan kaki di paddock dan menyaksikan ketatnya atmosfer balapan dunia secara langsung.
Di dalam negeri, ritme pembinaan komunitas terus berdetak melalui agenda nonton bareng, kegiatan riding bersama, ajang one make race, hingga coaching clinic edukatif di sirkuit. Interaksi intensif ini memberikan kesan mendalam bagi anggota komunitas. Perwakilan Komunitas BOLD Riders mengungkapkan rasa takjubnya dapat berdiri berhadapan langsung dengan pembalap dunia yang biasanya hanya bisa ia saksikan melalui layar kaca.
Bagi komunitas, tradisi bertemu langsung dengan para pebalap idola sebelum bertanding menjadi suntikan motivasi yang luar biasa. Dukungan berkesinambungan dari BOLD Riders dalam memfasilitasi kegiatan berkendara dan edukasi sirkuit terbukti berhasil meleburkan batas antarkelompok. Visi besarnya adalah memperluas jejaring persaudaraan ini ke seluruh penjuru Nusantara.
Menyongsong balapan di Sirkuit Mandalika serta enam seri pamungkas yang tersisa musim ini, A. Surjanto menyampaikan harapan mendalam dari keluarga besar BOLD Riders. Doa dan dukungan penuh terus mengalir agar Alex Márquez dan Fermín Aldeguer dapat tampil optimal serta meraih hasil terbaik di setiap putaran lintasan.
"Harapannya terutama di Mandalika. Sebenarnya sih enggak hanya di Mandalika, tapi sisa enam race berikutnya sampai dengan akhir musim ini. Semoga dia bisa meraih hasil yang baik," ucap A. Surjanto.
Sementara itu, menghadapi MotoGP Mandalika, pengelolaan energi menjadi kunci utama para pebalap. Alex Márquez menegaskan tekadnya. Mengingat torehan manis podium ketiga di Mandalika musim lalu, Marquez datang dengan target jelas meski bersikap realistis terhadap karakter lintasan.
"Target kami adalah berusaha tampil cepat dan mengulang pencapaian podium seperti tahun lalu. Kami tahu bahwa Mandalika mungkin bukan trek terbaik bagi motor kami, tetapi kami akan berusaha untuk cepat dan berada di podium lagi," ujarnya.
Sementara itu, Fermín Aldeguer juga penuh optimisme. Menatap persaingan ketat di kelas utama, ia memancang target tinggi untuk bersaing memperebutkan podium, sebagaimana ia menjadi yang tercepat di Mandalika tahun lalu.
“Target saya adalah tampil kompetitif. Tentu saja, situasi kami saat ini berbeda dibandingkan musim lalu, tetapi saya berharap bisa bersaing memperebutkan podium. Itu akan menjadi nilai tambah bagi saya. Pastinya, para pebalap lain akan tampil kuat di sini. Namun, kami harus percaya pada diri sendiri dan memberikan yang terbaik,” tegasnnya.
