6 Mobil Akses Kementerian Sosial Siap Beroperasi di Asian Para Games

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet National Paralympic Committee (NPC) cabang olahraga Atletik Balap Kursi Roda Jaenal Aripin mengikuti pelatnas Asian Para Games 2018 di Stadion Sriwedari, Solo. (Foto: ANTARA/Muhammad Ayudha)
zoom-in-whitePerbesar
Atlet National Paralympic Committee (NPC) cabang olahraga Atletik Balap Kursi Roda Jaenal Aripin mengikuti pelatnas Asian Para Games 2018 di Stadion Sriwedari, Solo. (Foto: ANTARA/Muhammad Ayudha)

Indonesia siap membuktikan diri sebagai negara yang ramah dan mudah diakses (accessible) lewat penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Jakarta sebagai multievent terbesar se-Asia bagi atlet penyandang disabilitas atau difabel.

Tak hanya menjadi pesta olahraga 2.831 atlet difabel, Asian Para Games kali pertama yang digelar di Tanah Air ini juga diharapkan menjadi momentum bersatunya seluruh penyandang disabilitas.

Maka, pemerintah berupaya agar komunitas-komunitas disabilitas khususnya di Ibu Kota bisa berkontribusi langsung baik sebagai panitia maupun ikut meramaikan Asian Para Games dengan menonton pertandingannya di venue.

Cara yang terakhir, disokong dengan adanya mobil akses hidrolik dari Kementerian Sosial (Kemensos). Selama Asian Para Games mulai 6 hingga 13 Oktober, sudah tersedia enam mobil hidrolik alias mikro bus milik Kemensos yang dipinjamkan kepada Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC).

"Satu unit isinya cukup untuk empat orang pengguna kursi roda. Satu kursi roda, prosesnya dari mulai naik sampai terkunci di dalam mobil itu kurang lebih 5 menit. Jadi, empat orang kira-kira 20 menit," ucap Prayitno, Kasubid Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, saat ditemui kumparanSPORT.

Salah satu mobil akses jenis mikro bus milik Kementerian Sosial yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu mobil akses jenis mikro bus milik Kementerian Sosial yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)

Proses penggunaan mobil hidrolik sendiri tidak sulit. Pengguna kursi roda tinggal naik ke mesin yang ada, kemudian operator menyalakan mesin hingga sejajar dengan badan mobil. Barulah kursi roda di dalam mobil dikunci dan penggunanya langsung memakai seat belt.

Enam mobil itu, nantinya bakal dioperasikan ke berbagai venue pertandingan di kompleks Gelora Bung Karno dan venue lain di Jakarta dan Bogor yang tidak bisa dijangkau oleh bus. Untuk detail tempat yang bakal 'dikunjungi' mobil hidrolik ini, Kemensos menyerahkan kepada INAPGOC selaku panitia.

"Kami serahkan pinjam-pakai, enam unit kami serahkan dengan enam driver dan enam co-driver, serta satu volunteer dari INAPGOG. Satu tim Kemensos dua orang itu, driver dan co-driver, sekaligus operator hidroliknya," kata Prayitno menambahkan.

Di Asian Para Games, tak hanya enam mobil hidrolik, Kemensos juga menyediakan lima bus berukuran besar dan lima bus berukuran sedang, sehingga total 16 unit kendaraan siap dipinjamkan kepada INAPGOC.

Sebelum Asian Para Games, Kemensos memanfaatkan kendaraan ramah pengguna kursi roda ini untuk event-event tertentu yang membutuhkan, misalnya saat mudik Lebaran lalu.

Salah satu mobil akses jenis mikro bus milik Kementerian Sosial yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu mobil akses jenis mikro bus milik Kementerian Sosial yang digunakan selama penyelenggaraan Asian Para Games 2018. (Foto: Karina Nur Shabrina/kumparan)

"Alatnya sendiri produk luar negeri, ada dari Jepang, Korea Selatan, China, dan Italia. Mobilnya sih mobil biasa, hanya dimodifikasi kursi dilepas semua, dalamnya ditambah papan agar rata. Pasang alatnya nempel ke badan mobil."

"Setelah Asian Para Games, akan dibagikan ke balai Kemensos untuk disabilitas fisik. Ada dua yang besar, satu di Cibinong dan satu di Solo. Kebetulan yang di Solo belum punya, bisa dua dikirim. Di Cibinong sudah ada satu, bisa ditambah satu lagi. Sisanya stand by di kantor, sewaktu-waktu ada event tertentu," pungkas Prayitno.

Sejauh ini, akses transportasi memang menjadi salah satu harapan besar para penyandang disabilitas pengguna kursi roda. Untuk transportasi umum, baru Transjakarta Cares yang memberikan layanan gratis kepada penyandang disabilitas.