8 Atlet Kebanggaan Papua Pembawa Bendera PON: Lisa Rumbewas hingga Rully Nere

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lifter putri Indonesia Raema Lisa Rumbewas melakukan angkatan pada Olimpiade Athena 2004 di pada 15 Agustus 2004. Foto: Martin Rose/Bongarts/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Lifter putri Indonesia Raema Lisa Rumbewas melakukan angkatan pada Olimpiade Athena 2004 di pada 15 Agustus 2004. Foto: Martin Rose/Bongarts/Getty Images

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah resmi dibuka. Bertempat di Stadion Lukas Enembe, Kab. Jayapura, Papua, event olahraga empat tahunan ini dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (2/10) malam.

Dalam upacara pembukaan itu, delapan atlet kebanggaan Papua diamanahi untuk membawa bendera PON. Mereka tampak berjalan di tengah lapangan dengan membawa bendera di setiap sisinya sebelum diserahkan kepada petugas pembawa bendera.

Kedelapan atlet pembawa bendera PON tersebut adalah:

  1. Raema Lisa Rumbewas: Peraih medali perak angkat besi Olimpiade Sidney 2000 dan Olimpiade Athena 2004.

  2. Benny Maniani: Peraih medali emas tinju Kejuaraan Asia 1977 di Jakarta.

  3. Erni Sokoy: Peraih medali emas dayung SEA Games 2013 Myanmar.

  4. Novilus Yoku: Peraih dua medali emas karate SEA Games 1999 Brunei Darussalam.

  5. Kartika Monim: Peraih medali emas bola voli SEA Games 1983 Singapura.

  6. Melly Mofu: Pemecah rekor sekaligus peraih medali emas lari gawang 400 meter SEA Games 1977 Kuala Lumpur.

  7. Imanuel Daundi: Peraih medali emas Kejuaraan Dunia Pencak Silat 1992 di Jakarta 1992.

  8. Rully Rudolf Nere: Pesepak bola Timnas Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 1987 Jakarta.

Presiden Joko Widodo (kanan) memberi salam saat tiba di lokasi Upacara Pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengingatkan akan pentingnya sportivitas dalam PON XX Papua. Ia juga berharap ajang PON bisa menjadi wadah untuk melahirkan atlet-atlet masa depan berprestasi.

“PON Papua juga digunakan sebagai ajang untuk meningkatkan silaturahmi dan menciptakan suasana kebersamaan, saling berlaga untuk menjadi yang terbaik namun tetap mengedepankan sportivitas dan persatuan bangsa,” ujar Marciano dalam sambutannya.

“Kami berharap PON Papua dapat bermanfaat, baik dalam pembinaan olahraga prestasi dan melahirkan atlet masa depan yang dapat meningkatkan harkat dan martabat Indonesia,” lanjutnya.

Suasana Stadion Lukas Enembe sebelum Upacara pembukaan PON Papua di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (2/10/2021). Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO

PON XX Papua 2021 yang akan berlangsung pada 2-15 Oktober mendatang, diikuti 34 kontingen dari 34 KONI Provinsi dengan jumlah atlet dan ofisial sebanyak lebih dari 10 ribu orang dari 37 cabang olahraga yang dipertandingkan.