Adnan/Mychelle Akui Tak Ada Persiapan Khusus saat Taklukkan Praveen/Melati

23 Maret 2022 15:20 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, pada Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (18/11). Foto: Raphael Sachetat/Badmintonphoto/BWF
zoom-in-whitePerbesar
Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, pada Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (18/11). Foto: Raphael Sachetat/Badmintonphoto/BWF
ADVERTISEMENT
Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso berhasil menaklukkan seniornya Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di babak pertama Swiss Open 2022, Selasa (22/3). Menanggapi kemenangannya tersebut, Adnan/Mychelle mengaku tidak ada persiapan khusus.
ADVERTISEMENT
Adnan.Mychelle berhasil memenangkan pertandingan via dua gim dengan skor 21-13 dan 28-26 dalam kurun waktu 41 menit yang berlangsung di St. Jakobshalle, Basel, Swiss.
Berkat hasil tersebut, Adnan/Mychelle berhak melaju ke babak 16 besar Swiss Open 2022. Ganda campuran rangking 30 dunia ini mengaku tak ada persiapan khusus saat menghadapi pasangan rangking lima dunia tersebut. Mereka hanya meyakini bahwa kunci kemenangan berasal dari percaya diri sejak awal.
"Persiapan khusus sih tidak ada. Yang penting harus yakin dari awal," kata Adnan, lewat siaran pers Humas PP PBSI, dikutip dari laman Djarum Badminton, Rabu (23/3).
"Kami hanya mencoba langsung in dengan permainan kami mulai dari angka 0-0," tambah Mychelle.
Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan dan Melati Daeva pada Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Center, Bali. Foto: Humas PP PBSI
Baik Adnan maupun Mychelle berpendapat bahwa permainan Praveen/Melati tidak dalam performa terbaik. Hal ini yang membuat keduanya lebih percaya diri, apalagi berbekal pengalaman latihan bersama kala mereka masih menjadi penghuni Pelatnas Cipayung.
ADVERTISEMENT
"Tadi lawan di gim pertama banyak mati sendiri. Jadi kami lebih yakin. Di gim kedua poinnya kejar-kejaran, kami terus berjuang dan memaksa jangan sampai lepas," ungkap Mychelle.
"Dari awal sudah harus langsung in mainnya, mengurangi mati-mati sendiri. Dulu kan latihan bareng cukup lama, jadi kurang lebih sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing," tambah Adnan.
Adnan/Mychelle sempat sempat tertinggal di poin kritis saat gim kedua. Namun, berkat saling menjaga komunikasi dan saling menyemangati satu sama lain, kampiun Rusia Open 2019 ini berhasil mengejar dan mengembalikan keadaan.
“Tadi di gim kedua akhir saling mengingatkan satu sama lain untuk lebih sabar mainnya. Juga siap sambungan-sambungan pukulannya," jelas Mychelle.
"Kami sempat tegang juga di poin-poin kritis, beruntung bisa tahan dan membalikkan keadaan. Kami mencoba fokus dan saling memberi semangat partner kalau bikin salah," tutup Adnan.
Ganda campuran Indonesia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, pada Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (18/11). Foto: Raphael Sachetat/Badmintonphoto/BWF
Di babak selanjutnya, ganda campuran nomor dua di Pelatnas PBSI ini akan menghadapi wakil Prancis, William Villeger/Anne Tran. Laga tersebut akan berlangsung pada Kamis (24/3) besok.
ADVERTISEMENT
Penulis: Muhamad Sayefullah