Aib Tim Basket Spanyol di Paralimpiade 2000: Berlagak Difabel demi Rebut Emas

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Basket Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Basket Foto: Pixabay

Tim basket Spanyol mencatatkan salah satu kecurangan terbesar dalam sejarah Paralimpiade. Kala itu di tahun 2000, mereka berhasil menyabet medali emas tetapi hanya 2 dari 12 anggota tim yang difabel.

Kala itu di Paralimpiade Sydney, Spanyol berhasil meraih medali emas Basket pria usai mengalahkan Rusia di final dengan skor 87-63. Tim yang beranggotakan 12 orang itu pun bersukacita dan merayakan keberhasilan tersebut.

Namun, di balik semua perayaan itu, tersembunyi sebuah kisah yang sangat tidak terduga. Menurut laporan News 18, Carlos Ribagorda, seorang jurnalis yang menyamar dan salah satu anggota tim dari tim Bola Basket Spanyol, mengungkapkan kebenaran tentang tim saat pulang kampung.

Atlet basket Asian Para Games saat melakukan latihan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Carlos pun menyebut bahwa dari 12 pemain, hanya dua yang benar-benar menderita Intellectual Disability atau disabilitas intelektual. Sementara itu, 10 orang lainnya normal.

Carlos juga mengungkapkan bahwa dirinya diundang untuk bermain di tim Paralimpiade Spanyol, beberapa bulan sebelum kompetisi, meskipun tidak memiliki kekurangan.

Bahkan, Carlos mengeklaim bahwa atlet lain dalam kategori seperti atletik, tenis meja, dan renang pun tidak memiliki kekurangan mental dan telah memenangi medali dengan cara yang curang.

"Dari 200 atlet Spanyol di Sydney, setidaknya 15 tidak memiliki jenis cacat fisik atau mental-mereka bahkan tidak lulus pemeriksaan medis atau psikologis," tulisnya di majalah Spanyol, Capital.

Petunjukan kembang api saat upacara pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Stadion Olimpiade, Tokyo, Jepang, Selasa (24/8). Foto: Lisi Niesner/REUTERS

Di salah satu pertandingan, Carlos bercerita bahwa tim telah mencetak lebih dari 30 poin selama babak pertama. Akibatnya, pelatih mengarahkan tim untuk tidak bermain dengan baik untuk menepis kecurigaan.

Pada tahun 2013, mantan kepala Federasi Olahraga untuk Disabilitas Spanyol, Fernando Martin Vicente, dinyatakan bersalah atas penipuan tersebut dan didenda sejumlah 7300 USD (sekitar Rp 105 juta) dan diperintahkan untuk mengembalikan sekitar 20o ribu USD (sekitar Rp 2,8 miliar) kepada pemerintah.