Akibat Virus Corona, Jepang Diizinkan Menunda Olimpiade hingga Akhir 2020

kumparanSPORTverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kapal tongkang membawa simbol Olimpiade berukuran raksasa di perairan Taman Laut Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1). Foto: Kazuhiro NOGI / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kapal tongkang membawa simbol Olimpiade berukuran raksasa di perairan Taman Laut Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1). Foto: Kazuhiro NOGI / AFP

Menteri Olahraga Jepang, Seiko Hashimoto, menyatakan bahwa mereka diizinkan menunda Olimpiade Tokyo hingga akhir 2020. Hal tersebut sesuai dengan kontrak Jepang dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Penundaan bakal diambil jika virus corona tak kunjung mereda. Hingga saat ini, virus tersebut telah memakan 12 korban jiwa di Jepang.

"Kontrak itu menyebutkan bahwa Olimpiade bisa digelar selama tahun 2020. Itu bisa ditafsirkan memungkinkan untuk penundaan," kata Hashimoto menjawab pertanyaan parlemen pada Selasa (3/2/2020) dilansir Antara.

Wisatawan yang mengenakan kimono dan masker mengunjungi Kuil Sensoji di distrik Asakusa di Tokyo, Jepang. Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha

Kemungkinan paling buruk karena merebaknya corona adalah pembatalan penyelenggaraan. Dalam kontrak, IOC-lah yang punya wewenang melakukannya.

Namun, opsi tersebut tampaknya tak akan diambil lantaran IOC bersikeras menggelar Olimpiade sesuai jadwal. Presiden IOC, Thomas Bach, juga menyatakan hal serupa, meski beresiko besar.

Di sisi lain, pihak Jepang juga masih punya komitmen untuk menjadi tuan rumah agenda yang mestinya digelar pada 24 Juli mendatang tersebut.

"Kami sedang melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan bahwa Olimpiade berlanjut sebagaimana yang sudah direncanakan," kata Hashimoto.

Sebuah kapal tongkang membawa simbol Olimpiade berukuran raksasa di perairan Taman Laut Odaiba, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1). Foto: Kazuhiro NOGI / AFP

Akan ada kerugian jika Jepang memilih mundur. Berdasarkan data terakhir, ada 1,35 triliun yen (Rp178,12 triliun) yang disediakan. 120 miliar yen (Rp15,8 triliun) digunakan untuk membangun Stadion Olimpiade dan 30 miliar untuk Paralimpiade.