Ambisi 2 Pebalap Gresini Kembali Rebut Podium MotoGP Mandalika

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bold Riders Representative A. Surjanto bersama dua pembalap Gresini Racing yakni Alex
Marquez dan Fermin Aldeguer dalam acara Exclusive Meet & Greet bersama Bold Riders di
Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Foto: Dok. Bold Riders
zoom-in-whitePerbesar
Bold Riders Representative A. Surjanto bersama dua pembalap Gresini Racing yakni Alex Marquez dan Fermin Aldeguer dalam acara Exclusive Meet & Greet bersama Bold Riders di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Foto: Dok. Bold Riders

Sirkuit Mandalika kembali menjadi panggung pertarungan bergengsi bagi para pebalap MotoGP. Dua pebalap Gresini Racing, Alex Marquez dan Fermin Aldeguer, dibekali catatan prestasi dan rekor impresif dari musim sebelumnya.

Tahun lalu, Alex Marquez mengamankan podium ketiga, sedangkan Fermin Aldeguer menorehkan tinta emas sejarah membukukan kemenangan perdana di kelas utama pada usia 20 tahun dan 183 hari. Kemenangan tersebut menempatkan Aldeguer sebagai pemenang balapan MotoGP termuda kedua sepanjang sejarah setelah Marc Marquez.

Memasuki persaingan musim ini di Sirkuit Mandalika, Alex Marquez datang dengan persiapan matang dan target yang sangat jelas. Meski menyadari adanya tekanan fisik, ia tetap optimistis untuk merebut podium lagi.

“Target kami adalah berusaha tampil cepat dan mengulang pencapaian podium seperti tahun lalu. Kami tahu bahwa Mandalika mungkin bukan trek terbaik bagi motor kami, tetapi kami akan berusaha untuk cepat dan berada di podium lagi. Selama akhir pekan balapan, Anda memiliki banyak tuntutan fisik, tetapi juga tuntutan mental," ujar Alex Marquez dalam acara Meet & Greet Bold Riders dengan Gresini Racing di Jakarta, Rabu (7/10).

Alex Marquez dari Tim Gresini Racing MotoGP merayakan posisi kedua setelah balapan sprint Grand Prix MotoGP Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz, Spanyol timur laut, (29/8/2026). Foto: Jose Jordan/AFP

Optimisme serupa diusung oleh Fermin Aldeguer yang bertekad untuk tampil kompetitif dan kembali menembus posisi tiga besar. Menanggapi potensi cuaca tropis yang tak menentu atau ancaman hujan di Mandalika, ia menegaskan kesiapannya untuk beradaptasi dengan semua situasi lintasan.

“Target saya adalah untuk kompetitif. Tentu saja kami tidak berada di momen yang sama seperti musim lalu, tetapi saya berharap bisa bertarung untuk memperebutkan podium. Saya tentu lebih menyukai kondisi lintasan kering. Kami tahu di periode ini di Indonesia memungkinkan terjadi hujan, tetapi jika hujan turun, kondisinya sama untuk semua pembalap. Kami harus melakukan yang terbaik untuk berusaha kompetitif di semua kondisi," tegasnya.

Di balik aksi garang di atas sirkuit, kedua pembalap ini menyimpan fakta unik terkait nomor motor serta sosok yang menginspirasi karier mereka. Alex Marquez yang menunggangi motor bernomor 73 menjelaskan bahwa angka tersebut didapat dari formula matematika sederhana tanggal lahirnya. Di sisi lain, Fermin Aldeguer memilih nomor 54 berdasarkan tanggal kelahirannya pada 5 April (5/4).

“Saya lahir tahun ‘96, dikurangi tanggal lahir saya, 23, jadinya 73,” kata adik Marc Marquez itu.

“Satu-satunya kesempatan bagi saya untuk mengganti nomor adalah jika memakai nomor 1," timpal Aldeguer.

Pebalap tim BK8 Gresini Racing Fermin Aldeguer berselerasi usai menjuarai MotoGP Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Indonesia, Minggu (5/10/2025). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Langkah pantang menyerah Gresini Racing di ajang MotoGP Mandalika ini tak lepas dari sokongan kuat BOLD Riders, sponsor utama asal Indonesia yang telah setia mendampingi mereka selama hampir satu dekade. Kemitraan strategis ini dibangun sejak Gresini Racing masih bertarung di kelas Moto2, hingga kini berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang sangat dekat. Perwakilan BOLD Riders, A. Surjanto, menggarisbawahi bahwa hubungan ini telah melampaui batas bisnis formal.

“Lebih kurang hampir 10 tahun ya, hampir 10 tahun kita kerja sama semenjak dari Moto2 juga. Kami udah bertahun-tahun ya sama Gresini, dan sebenarnya nggak cuma kami ngomongin kerja sama biasa, partnership biasa. Ini lebih ke ada emotional bonding sama mereka, udah kayak satu keluarga," terangnya.

Eratnya ikatan antara BOLD Riders dan Gresini Racing dapat bertahan dalam waktu lama karena ditopang oleh keselarasan nilai dasar dan budaya organisasi. Filosofi Gresini Family yang dijunjung oleh manajemen tim Italia tersebut bertaut presisi dengan identitas BOLD Riders yang mengusung Spirit of Brotherhood.

"Kami punya satu visi dan misi yang sama. Jadi budaya dan nilai-nilai yang mereka pegang di organisasi mereka itu satu keluarga, Gresini Family. BOLD Riders punya Spirit of Brotherhood, di mana semua kategori dari motor kami jadiin satu keluarga. Enggak ada pisah-pisahan. Nah ini kalau kita punya satu visi-misi yang sama, punya suatu nilai yang sama, pasti ke depannya kerja samanya enak. Ya itu yang sebenarnya jadi ikatan kami dengan mereka sih," tuturnya.

Fermin Aldeguer dari Tim Gresini Racing MotoGP merayakan posisi ketiga yang diraihnya di podium Frand Prix Moto GP Catalunya 2026 di sirkuit Catalunya di Montmelo, dekat Barcelona (17/5/2026). Foto: LLUIS GENE/AFP

Peran dan support BOLD Riders terhadap Gresini Racing pun tercermin dari komitmen mereka yang konsisten memberikan dorongan di setiap fase perjalanan tim. BOLD Riders tidak hanya hadir di kala tim merayakan kemenangan, melainkan juga setia mengalirkan sokongan emosional saat situasi sulit.

Kini, berbekal persiapan fisik yang prima, adaptasi taktik, serta sokongan finansial dan emosional yang solid dari BOLD Riders, Gresini Racing siap menghentakkan garansi performanya di Sirkuit Pertamina Mandalika International. BOLD Riders pun memanjatkan doa terbaik agar Alex Marquez dan Fermin Aldeguer dapat membukukan prestasi manis di Indonesia maupun pada sisa enam seri kompetisi musim ini.

“Harapannya sih terutama di Mandalika ya, enggak cuma di Mandalika, tapi sisa enam race berikutnya sampai dengan akhir season ini, semoga dia bisa ya achieve good result-lah ya," harap A. Surjanto.