Andritany Ardhiyasa: Benteng Kokoh Penyelamat Persija

Mungkin sudah terdoktrin sejak kecil bahwa posisi penjaga gawang hanya diperuntukkan bagi mereka yang didakwa paling lemah dalam mengolah si kulit bulat. Tubuh gempal atau usia paling muda biasanya kerap menjadi korban dari “kebiadaban” sepak bola jalanan masa kecil.
Dan, doktrin itu nyatanya masih berlaku hingga kini. Posisi kiper masih kerap dipandang sebelah mata. Dalam sebuah susunan formasi, kiper tak juga disebutkan. Seakan hanya sepuluh orang yang bermain. Padahal, penjaga gawang merupakan tembok terakhir dari pertahanan sebuah tim.
Mengawal gawang selebar 7,32 meter dengan tinggi 2,44 meter tentu bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan skill serta nyali untuk menjaganya. Lengah sedikit saja, maka bersiaplah jadi bulan-bulanan lawan.

Kondisi itu disadari betul oleh Andritany Ardhiyasa. Karena itu, mati-matian dia mengamankan gawang Persija Jakarta dari kebobolan. Aksinya pun terbilang cukup sukses. Hingga pekan keenam Gojek Traveloka Liga 1, penjaga gawang Tim Nasional (Timnas) Indonesia itu tercatat sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak.
Dari enam partai yang telah dijalani, Persija tercatat lima kali kebobolan. Bersama Semen Padang dan PSM Makassar, jumlah kebobolan Persija menjadi kedua paling sedikit dibandingkan dengan Arema FC dan Persib Bandung yang baru kemasukan dua gol.
Catatan apik “Macan Kemayoran” tak lepas dari peran Andritany. Bahkan, kiper 25 tahun ini memegang peranan sangat penting dalam upaya meminimalisir jumlah kemasukan gol timnya. Bagaimana tidak, hanya dari enam laga, Andritany sudah melakukan 30 kali penyelamatan!
Bisa dibayangkan bagaimana Persija tanpa Andritany. Silahkan bayangkan juga apa jadinya klub asal Ibu Kota itu jika tak ada penyelamatan dari sang pemain. Karena Andritany pula, Persija--untuk sementara--selamat dari kejatuhan lebih dalam.
Performa gemilang Andritany sejatinya sudah terlihat sejak laga pembuka. Ketika menghadapi Persiba Balikpapan, lini pertahanan Persija yang terlihat belum padu, diselamatkan oleh delapan penyelamatan dari Andritany. Jumlah saves serupa juga dicatatkan Andritany kala melawan Persela Lamongan. Sayangnya, satu bola berhasil mengoyak gawangnya sehingga Persija harus menelan kekalahan tipis 0-1.
Jika dilihat dari statistik penyelamatan, Persija memang bukan menjadi tim teratas. Masih ada Persib Bandung yang mencatatkan 35 kali saves. Akan tetapi, tak salah jika menyematkan Andritany sebagai kiper paling banyak melakukan penyelamatan. Pasalnya, dari enam laga, pos kiper “Maung Bandung” digilir antara I Made Wirawan dan M. Natshir. Sedangkan, Andritany tampil penuh selama enam pertandingan.
Kegemilangan Andritany di Gojek Traveloka Liga 1 sebenarnya tak begitu mengejutkan. Mengapa? Itu karena pemain kelahiran Jakarta ini telah menunjukkan kelasnya kala berlaga di Indonesia Soccer Championship 2016. Ketika itu, Andritany total membuat 101 kali penyelamatan dari 22 penampilannya bersama Persija.
Persija kala itu kebobolan 42 gol dengan finis di posisi ke-14 klasemen. Dan, kondisi serupa kini juga dialami kampiun Liga Indonesia 2001 di Liga 1. Hingga pekan keenam, Persija baru meraih satu kemenangan, dua seri, dan tiga kali menelan kekalahan dengan duduk di urutan ke-15 klasemen sementara.
Dari situasi itu, bisa ditarik benang merahnya bahwa sepak bola memang merupakan permainan tim. Sebaik apapun kualitas seorang pemain tak serta-merta bisa mengangkat prestasi dari sebuah tim.
Penampilan menawan Andritany tentu akan lebih bermakna jika dibantu performa solid sepuluh pemain Persija lainnya di atas lapangan hijau.
Sepakat?
