Anthony Ginting Terhenti di Perempat Final Korea Open 2026

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting mengakhiri perjuangannya pada babak perempat final turnamen Korea Open 2026 di Yeosu, Korea Selatan. Langkah tunggal putra Indonesia tersebut terhenti setelah melakoni duel sengit melawan wakil Hong Kong Jason Gunawan pada Jumat, 6 November 2026.
Dikutip dari laporan Djarum Badminton, laga yang berlangsung di Jinnam Gymnasium tersebut tuntas melalui pertarungan rubber game dengan skor 25-23, 11-21, dan 13-21. Anthony harus mengakui keunggulan lawan setelah berjuang keras di atas lapangan selama 78 menit.
Perjuangan Sengit Tiga Gim di Jinnam Gymnasium
Pertandingan perempat final tersebut dibuka dengan persaingan angka yang sangat ketat sepanjang gim pertama. Kedua pemain saling mengejar perolehan poin hingga pertandingan harus diselesaikan lewat babak setting sebelum akhirnya dimenangkan oleh Anthony.
Memasuki gim kedua dan penentuan, Jason Gunawan mulai mengubah tempo permainan secara signifikan untuk membalikkan keadaan. Anthony berupaya keras meredam tekanan tersebut, namun lawan tampil lebih disiplin dalam meminimalkan kesalahan sendiri.
“Tapi di gim kedua dan ketiga, lawan mencoba mengubah ritme dan saya sudah mencoba meladeni dan cari cara untuk mencuri poin, tapi dia sudah lebih siap,” tutur Anthony melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
“Maksudnya, dari tidak banyak melakukan kesalahan sendiri sementara saya kebalikannya. Ada momen sudah dapat polanya tapi kurang konsisten,” tambah Anthony menjelaskan dinamika pertandingan.
Evaluasi Strategi dan Konsistensi Permainan
Pemain berperingkat 67 dunia tersebut tetap bersyukur dapat menyelesaikan seluruh laga tanpa mengalami masalah cedera fisik. Kendati demikian, ia mengakui bahwa eksekusi strategi di lapangan pada babak delapan besar belum sepenuhnya berjalan mulus sesuai rencana awal.
Anthony menilai performanya saat ini memang belum menyentuh target maksimal yang ingin ia capai bersama tim pelatih. Masih terdapat sejumlah catatan teknis dan aspek permainan krusial yang membutuhkan pembenahan intensif demi mendongkrak kembali level permainannya.
Progres Positif Menuju Kebangkitan Performa
Sepanjang turnamen di Yeosu, Anthony merasa penampilannya secara keseluruhan memperlihatkan tren yang cukup positif dari tiga laga yang dijalani. Berbagai kendala lapangan dinilai mampu diatasi dengan lebih baik dibandingkan penampilannya pada turnamen-turnamen terdahulu.
Bagi Anthony, esensi kompetisi saat ini bukan semata-mata soal menang atau kalah, melainkan kemampuannya mengontrol ketenangan emosional saat meracik strategi. Perlahan proses tersebut membuat Anthony dapat kembali menikmati atmosfer setiap pertandingan yang ia lakoni.
“Cukup happy rasanya,” pungkas Anthony mengenai kenyamanan mental yang mulai ia temukan kembali di lapangan.
