Apriyani Rahayu Buka Suara soal Tandem Baru Pengganti Greysia Polii

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Selebrasi ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu usai mengalahkan ganda putri China Chen Qingchen/Jia Yifan pada pertandingan final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8). Foto: Alexander NEMENOV / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Selebrasi ganda putri Indonesia Greysia Pollii/Apriyani Rahayu usai mengalahkan ganda putri China Chen Qingchen/Jia Yifan pada pertandingan final Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8). Foto: Alexander NEMENOV / AFP

Apriyani Rahayu buka suara terkait tandem barunya di ganda putri bulu tangkis Indonesia. Sebab, pasangannya saat ini, Greysia Polii, dikabarkan berencana pensiun usai sukses meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Apriyani mengaku tak akan pilih-pilih soal tandem barunya nanti. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada sang pelatih, Eng Hian.

''Saya sekarang pikirnya, sih, pelatih sudah lebih tau karena saya 'kan juga masih belajar, dan kalau untuk partner [baru] saya nanti, saya belum pikirin,'' ujar Apriyani Rahayu dalam jumpa pers virtual, Jumat (6/8).

''Kalau nanti [pasangan baru itu] umurnya di bawah saya, saya gak pikirin [tak masalah] karena saya sudah banyak belajar dari Kak Gres. Saya sudah paham dan selanjutnya itu menjadi tugas pelatih. Saya masih belajar, itu semua balik lagi ke pelatih, dia yang lebih tahu,'' lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, pelatih Eng Hian menuturkan bahwa ia sudah mulai memantau calon pasangan baru Apriyani. Ia mematok beberapa tolak ukur, yakni sang pemain harus punya tekad, daya juang dan mental juara.

''Dalam mempersiapkan pengganti Greysia, itu 'kan proses yang berjalan. Dan, tentunya saya sudah punya beberapa pandangan,'' ujar Eng Hian.

''Untuk kriteria yang paling utama untuk pengganti Greysia, bukan soal teknis, karena itu bisa diajarkan. Yang saya kedepankan adalah tekad, kemauan, dan mentalitas dia sebagai juara, itu yang penting,'' dirinya menambahkan.

Pelatih kepala ganda putri Eng Hian bersama Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Foto: Dok. PBSI

Eng Hian mengaku bahwa ia kini juga sudah mengantongi beberapa nama calon pengisi pos yang akan ditinggalkan Greysia Polii.

''Hal ini yang sedikit masalah dari sekian banyak [pebulu tangkis] dari pelatnas. Karena kriteria itu tidak banyak. Kalau secara teknis, tak perlu khawatir. Itu tugas saya,'' terang Eng Hian.

''Untuk nama, sudah ada. Kita lihat saja, proses beberapa bulan ke depan ini untuk bisa memilih secara selektif,'' jelasnya.

Greysia/Apriyani merebut emas Olimpiade Tokyo 2020 usai menang atas wakil China Chen Qingchen/Jia Yifan di final ganda putri cabang olahraga bulu tangkis. Keduanya mencatat sejarah sebagai ganda putri Indonesia pertama yang mampu meraih emas Olimpiade.

embed from external kumparan