Atlet China Ini Lapor Polisi Usai Kena Bully Netizen Gegara Gagal Raih Emas
·waktu baca 2 menit

Kapten tim voli putri China, Zhu Ting, mengambil langkah hukum untuk menghadapi komentar pedas netizen. Atlet berusia 26 tahun itu telah melaporkan ke polisi orang-orang yang ia klaim sengaja merusak reputasinya di internet setelah tim voli putri China gagal bersinar di Olimpiade 2020.
Shine melansir bahwa Zhu telah memasukkan laporan itu di Kepolisian Shanghai. Zhu juga telah melampirkan bukti-bukti atas omongan para netizen yang ia anggap menyerang dirinya sejak 19 Juli sampai 2 Agustus dalam laporan tersebut.
Zhu sendiri telah mengunggah foto dari laporan polisi tersebut di akun media sosial Weibo pribadinya.
"Selanjutnya, pengadilan," tulis Zhu, dikutip dari Shine.
Perjuangan tim voli putri China di Olimpiade 2020 kandas lebih awal. Sang juara di Olimpiade 2016 tersingkir di fase grup setelah kalah dari Turki, Amerika Serikat, dan ROC.
Dengan hasil itu, tim voli putri China mendapat rangking sembilan di Olimpiade 2020. Itu adalah posisi terburuk mereka sejak berhasil menyabet emas di Olimpiade 1984.
Zhu yang terkenal atas spike kerasnya mengalami cedera sebelum Olimpiade 2020 digelar. AP melaporkan bahwa pergelangan tangan Zhu mengalami masalah dan membuatnya tak bisa mengeluarkan spike andalan.
Sementara itu, pelatih tim voli putri China, Lang Ping, mengambil tanggung jawab atas hasil buruk anak didiknya di Olimpiade 2020.
"Sebagai kepala pelatih, saya mengambil tanggung jawab atas hasil ini. Ketika kami menghadapi kesulitan, saya tak mampu menemukan solusi," ucap Lang.
