Atlet Rusia Peraih Emas Olimpiade Ini Kena Hoaks soal Bonus Rp 14 M
·waktu baca 1 menit

Atlet gulat Rusia, Abdulrashid Sadulaev, meraih prestasi mengagumkan di Olimpiade 2020. Atlet berusia 25 tahun itu menyabet medali emas di Olimpiade 2020, mengulang kesuksesannya pada Olimpiade 2016 di Brasil.
Dari situ, muncul laporan bahwa hadiah besar menanti Sadulaev saat ia pulang ke Rusia nanti. Salah satu media Rusia, RIA Novosti, mengabarkan bahwa Sadulaev akan mendapat bonus sebesar USD 1 juta atau sekitar Rp 14,3 miliar dari pemerintah Rusia.
Hadiah tersebut kabarnya diberikan oleh Magomed Gadzhiev yang juga Deputi Duma (lembaga legislatif Rusia). Gadzhiev dan Sadulaev memang sempat bertemu pada awal pekan ini.
"Deputi Duma Magomed Gadzhiev memutuskan menyemangati saya dengan uang USD 1 juta karena berhasil memenangi Olimpiade Tokyo," ujar Sadulaev, dilansir RIA Novosti yang kemudian dikutip banyak media lain.
Sadulaev sendiri memang menyatakan mendapat dukungan dari Gadzhiev lewat sebuah postingan di Instagram. Namun, dalam postingan itu, Sadulaev tidak mengungkap ada bonus yang ia dapatkan.
RT News melaporkan bahwa berita RIA Novosti itu mendapat sorotan dari banyak pihak. Mereka mempertanyakan bagaimana seorang ofisial Rusia yang pendapatannya dalam 10 tahun terakhir dilaporkan hanya sekitar USD 737 ribu atau sekitar Rp 10,5 miliar bisa memberi begitu bonus begitu besar.
Sekarang, wakil dari Gadzhiev menyebut bahwa tidak ada hadiah uang yang diberikan kepada Sadulaev. Gadzhiev hanya mengundang Sadulaev untuk memberinya ucapan selamat, demikian laporan dari media Rusia RBK, seperti dikutip RT News.
Ini bukan pertama kalinya Sadulaev menjadi korban berita bohong. Sebelumnya, pegulat berjuluk 'Russian tank' itu pernah mengaku tak memiliki akun Twitter, tetapi ada banyak akun yang mengaku sebagai dirinya di media sosial tersebut.
