Audisi PB Djarum Digelar, Cari Peserta Berdaya Juang Tinggi hingga Attitude Baik
·waktu baca 2 menit

Audisi PB Djarum 2025 resmi digelar Senin (8/9). Sebanyak 1.729 peserta dari 33 provinsi di Indonesia mengikuti audisi yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah.
Tahun ini, Audisi PB Djarum menyasar tiga kategori usia yakni U-11 (peserta dengan usia 8 – 10 tahun atau kelahiran 2015 – 2017), KU 11 (peserta berusia 11 tahun atau tahun kelahiran 2014), serta KU 12 (peserta dengan usia 12 tahun atau tahun kelahiran 2013) baik putra maupun putri.
Tim pencari bakat Audisi PB Djarum, Richard Mainaky, menegaskan kriteria yang bakal dipilih timnya. Richard menekankan pentingnya faktor nonteknis dalam memilih bibit-bibit muda.
"Ya paling standarnya itu kan dia punya footwork yang bagus. Pegangnya, gripnya itu harus yang betul. Terus yang paling intinya itu daya juang mereka di lapangan seperti apa. Itu yang kita mau nilai. Dan sepakat kalau sudah di karantina kita mulai catat attitude-nya," ucap Richard kepada wartawan di Kudus.
"Itu yang kita mau nilai. Dan sepakat kalau sudah dikarantina kita mulai catat attitude-nya. Itu paling pertama itu paling dominan utama attitude. Karena saya lihat waktu saya juga di pelatnas banyak yang gagal karena attitude-nya jelek. Nah itu paling penting waktu di karantina;" tambahnya.
Audisi PB Djarum kali ini mengusung tagline #TeruskanSemangatJuara rangkaian seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025 diawali dengan fase screening yang mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Setelah fase screening, tahapan berikutnya ialah tahap turnamen. Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen.
