Audisi PB Djarum: Sayyid yang Bersinar meski Tak Bisa Mendengar

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammad Sayyid, peserta tunarungu pada Audisi Final Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum 2018 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Sayyid, peserta tunarungu pada Audisi Final Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum 2018 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)

Di antara 221 peserta yang lolos ke babak final audisi beasiswa bulu tangkis PB Djarum 2018 di Kudus, Jawa Tengah, ada sosok istimewa. Namanya, Muhammad Sayyid Az Zahiri. Sayyid adalah seorang penyandang tunarungu. Postur Sayyid cukup tinggi untuk anak seusianya. Ketika Sayyid menemui ibunya, Lia Fitria, terlihat bagaimana ia menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi.

Bocah kelahiran Cibinong, Kabupaten Bogor, tersebut merupakan salah satu peserta yang lolos dari audisi di Kota Cirebon pada 4-5 Agustus 2018. Sebenarnya, Sayyid terhenti di babak delapan besar. Tetapi, penampilannya selama mengikuti audisi di Sport Hall Bima, Cirebon, mencuri perhatian tim pencari bakat PB Djarum. Tak hanya soal skill, kegigihannya meladeni permainan lawan juga memantik decak kagum.

Itulah sebabnya, Sayyid mendapat Super Ticket tambahan yang direkomendasikan oleh tim pencari bakat. Alhasil, ia bisa berangkat ke GOR Jati Djarum untuk berlaga di babak final yang digelar pada Jumat (7/9) sampai Minggu (9/9).

Tepat pukul 16:45 WIB, Sayyid melakoni laga awalnya di babak final kategori U-15. Sosok berusia 15 tahun itu bermain di Lapangan 6 dari 12 lapangan yang tersedia, melawan peserta dari Palembang, Gregorius Frederico Kristanto.

Sayyid berjalan dengan kepala tegak saat memasuki lapangan, menyimak baik-baik perkataan umpire ketika melakukan tos koin. Pandangannya awas, tampangnya waspada. Gerakannya gesit, smesnya keras, permainan depan netnya ciamik, dan penempatan shuttlecock-nya cerdas. Seperti itulah kesan yang kami dapati saat pertama kali melihat permainan Sayyid.

"Smes sareng main harep net Sayyid alusnya, Mang. (Smes dan permainan depan netnya Sayyid bagus, ya)," ucap kami kepada sesama rekan pewarta, Tatang, yang sudah melihat permainan Sayyid sejak audisi di Cirebon. "Muhun, manehna alus dina nempatkeun kok na. Awakna oge alus, jangkung. (Iya, dia bagus dalam menempatkan shuttelcock-nya. Badannya juga bagus, tinggi)."

Di atas lapangan, pembawaannya kalem. Sayyid hanya sesekali berteriak ketika smesnya meluncur deras dan tak bisa dikembalikan Frederico. Raut wajah Sayyid terlihat kecewa tiap kali shuttlecock hasil pukulannya keluar atau pengembaliannya tersangkut di net. Pada laga melawan Frederico, Sayyid memang banyak kehilangan poin karena kesalahan sendiri.

"Iya, semangat dia. Tapi, bolanya keluar terus, nih," ujar Lia ketika dihampiri di pinggir lapangan. Sebagai ibu, Lia setia mendampingi. Tak jarang ia memberikan isyarat kepada Sayyid untuk tetap tenang dengan kedua tangannya.

Pada pertandingan pertamanya di babak final audisi PB Djarum, Sayyid kalah dua gim langsung dari Frederico dengan skor 21-23 dan 19-21. Skor ketat ini memang menunjukkan bagaimana Sayyid bisa mengimbangi permainan peserta lain yang tidak memiliki kekurangan fisik.

Muhammad Sayyid, peserta tunarungu pada Audisi Final Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum 2018 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Sayyid, peserta tunarungu pada Audisi Final Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum 2018 di GOR Jati, Kudus, Jawa Tengah. (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)

Seusai laga, kami bertanya kepada Sayyid soal pertandingannya tadi. Melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Lia, Sayyid memang kecewa, dan merasa belum bisa beradaptasi dengan shuttlecock yang dirasanya terlalu keras sehingga pukulannya kerap keluar.

Akan tetapi, Sayyid optimitis soal pertandingan keduanya melawan Nazhal Fathan Thirafi yang berasal dari Blitar. "Mainnya lebih pelan-pelan, tadi shuttlecock-nya keluar terus. (Saya) Bisa menang, (harus) semangat di pertandingan nanti," ucap Sayyid kepada kumparanSPORT melalui bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Lia.

Sayyid memang punya banyak kesempatan untuk diterima sebagai atlet binaan PB Djarum karena masih akan bermain tiga kali pada Sabtu dan Minggu (8-9 September). Jika lolos di babak ini, Sayyid bakal masuk ke tahap karantina selama satu minggu yang dimulai pada Senin hingga Sabtu (10-15 September).