Audisi PB Djarum Tahun Depan Lebih dari Satu Kota, Ada di Luar Jawa
ยทwaktu baca 2 menit

PB Djarum kian melebarkan sayapnya untuk menjaring pebulu tangkis berbakat Indonesia. Tahun 2026, mereka berencana mengadakan audisi umum tak cuma di Kudus, tetapi kota lain di Indonesia.
Hal ini diterangkan Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin. Ia mengatakan bahwa ini adalah komitmen dari PB Djarum untuk menjaga regenerasi bakat bulu tangkis Indonesia. Namun, ia belum bisa mengungkap kota mana lagi selain Kudus.
"Kami berjanji akan selalu menggelar audisi setiap tahun. Entah satu kota, apakah dua kota, atau tiga kota, yang penting setiap tahun selalu ada. Karena itu janji kita kepada badminton Indonesia. Agar apa? Agar kaderisasi bulu tangkis Indonesia itu terjamin. Akan ada terus. Ada yang naik umurnya, ada yang datang lagi, selalu akan ada," katanya di Kudus, Rabu (10/9).
"Pasti harus ada [Audisi PB Djarum] di luar Jawa. Pasti. Cuma kotanya mana, nanti. Bisa ke tengah, Kalimantan, bisa Sumatera, bisa Sulawesi. Apakah satu atau tiga? Belum diputus. Tapi kan pertanyaannya, lebih dari satu? Iya, lebih dari satu.
Yoppy Rosimin mengatakan, memang selama ini peserta Audisi Umum PB Djarum kebanyakan dari Pulau Jawa. Kemudian, yang terbanyak kedua dari Sumatera. Namun, ia belum mau memastikan bahwa kota kedua nantinya adalah di Sumatera.
"Bisa iya, bisa enggak. Tapi kan janji saya kan sudah terpenuhi. Lebih dari satu? Iya, lebih dari satu. Tahun depan, 2026, lebih dari satu kota. Dan di luar Jawa. Kemungkinan yang pasti di luar Jawa," tutur Yoppy.
"Tapi kalau lebih dari dua kan bisa tiga, bisa empat. Nah itu. Lagi digodok," sambungnya.
Target PB Djarum menggelar audisi di kota lain adalah mencari bakat tersembunyi. Yoppy memahami bahwa ada kemungkinan pemain dengan talenta luar biasa tak bisa ikut audisi di Kudus karena kendala.
"Awalnya pada saat audisi, itu selalu ada surprise. Kenapa saya bilang surprise? Karena bisa terjadi talenta yang super istimewa itu selama ini tersembunyi. Kenapa tersembunyi? Karena dia tidak punya biaya untuk ikut turnamen di, terutama di Jawa. Sehingga mereka nunggu, nunggu kita. Nunggu audisi. Datang ke dekatnya mereka," jelasnya.
"Harapannya, makin banyak talenta-talenta yang tersembunyi, yang selama ini tidak mampu untuk berkompetisi. Kalau masuk ke turnamen, pasti akan terjaring. Karena kan kita aktif ikut turnamen. Mata-mata pelatih kita kan beredar di semua turnamen yang ada di Indonesia. Pasti akan terjaring," tandasnya.
