Aura Ihza: dari GOR Dekat, ke PB Djarum, sampai Student-Athlete Andalan Binus

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aura Ihza Aulia, student-athlete badminton di Campus League Badminton Regional Bandung 2026. Foto: Aji Nugrahanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aura Ihza Aulia, student-athlete badminton di Campus League Badminton Regional Bandung 2026. Foto: Aji Nugrahanto/kumparan

Buat Aura Ihza Aulia, badminton sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil. Ia pertama kali mengenal olahraga tepok bulu itu saat diajak orang tuanya ke Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) dekat rumahnya.

Dari yang awalnya cuma coba-coba, Aura kemudian mulai berlatih rutin hingga mengikuti berbagai pertandingan dan akhirnya bergabung dengan PB Djarum.

Kini, Aura tak lagi hanya berstatus sebagai atlet. Ia juga menjalani kehidupan sebagai mahasiswi Business Management di Binus University. Lewat Widia Scholarship, Aura mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah sekaligus tetap menjalani kariernya sebagai atlet.

Di Campus League Badminton Regional Bandung 2026, Aura turun di nomor tunggal putri bersama Binus. Lantas, seperti apa perjalanan Aura dari mengenal badminton sejak kecil hingga menjadi student-athlete? Berikut obrolannya kepada Campus Sport Indonesia di GOR Bandung, Selasa (15/9).

embed from external kumparan

Halo, Aura! Cerita sedikit, dong, awal kamu aktif di badminton itu gimana, sih?

Awalnya gara-gara diajak orang tua ke GOR, terus dikenalin bulu tangkis. Awalnya cuma nyoba-nyoba waktu kecil. Mungkin orang tua melihat ada bakat di badminton, jadi saya dilatih dan ditekuni.

Terus habis itu mulai latihan rutin di klub-klub kecil dulu, di dekat-dekat rumah gitu. Terus kayaknya mulai bagus nih, mulai bisa ikut pertandingan. Waktu kecil kayaknya pertandingan antar sekolah atau mungkin nasional gitu. Terus habis itu mulailah ada audisi umum (PB) Djarum, ikut audisi umum Djarum.

Selama masuk PB Djarum, prestasi apa saja yang pernah kamu raih?

Pernah main di Sirkuit Nasional (sirnas), terus internasional juga pernah. Kalau internasional di Luxembourg Series Open dan di Prancis kalau enggak salah.

Kalau di Sirnas pernah runner-up, pernah juga juara, dan pernah dapat perunggu. Terakhir ada PON 2024 juga.

Kenapa kamu memilih badminton dibanding olahraga lainnya?

Mungkin karena orang tua juga. Dari kecil langsung dikenalin sama badminton. Terus sayanya juga langsung kayak... "Oh, ya udah suka-suka aja," gitu kan. Fun juga mainnya. Terus keterusan sampai sekarang, sih.

Sekarang kamu kuliah di Binus. Kenapa memilih Binus University?

Pertama gara-gara waktu udah selesai sekolah SMA, terus bingung kan mau masuk universitas mana gitu kan. Terus waktu itu juga habis selesai dari Djarum langsung mau ke luar negeri gitu kan.

Terus bingung mana ya universitas yang bisa nyediain online gitu. Ya udah, nyari nyari nyari, dapatnya Binus Online. Dia bisa gitu, benar-benar full online. Jadi saya daftarnya di situ.

Tunggal putri PB Djarum, Aura Ihza Aulia, dalam pertandingan final beregu putri U-19 Polytron Superliga Junior 2023. Laga ini berlangsung di GOR Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (14/5). Foto: Polytron Superliga Junior

Kamu dapat beasiswa dari Binus?

Iya.

Boleh diceritakan beasiswanya karena prestasi atlet atau bagaimana?

Kalau beasiswa, pertama saya tahu tuh dari teman saya, kan.

"Kamu ini aja, kamu kan atlet, terus bisa tuh dapat beasiswa dari Binus, lumayan kan," gitu kan. Terus ya udah, saya daftarin beasiswa tersebut dan ternyata di-approve kan.

Terus, tapi harus ikut di kampus liganya (Campus League) itu. Terus, "Ya udah enggak apa-apa deh.โ€ Selagi saya masih bisa ikut kampus liga, kenapa enggak.

Terus habis itu benefitnya sih dapat banyak sih. Kalau pas pertandingan aja contohnya kayak akomodasi ditanggung sama Binus. Terus, latihan juga semuanya kayak dari latihan sampai pertandingan dimodalin sama Binus.

Berapa lama beasiswanya?

Full empat tahun.

Berarti seluruh perkuliahan kamu ditanggung?

Iya.

Nama beasiswanya apa?

Widia Scholarship.

Seberapa besar dukungan Binus terhadap karier kamu di badminton?

Pastinya di Binus juga kasih support yang benar-benar besar ya kepada semua orang yang lagi main di Campus League ini. Intinya, Binus sangat mendukunglah.

instagram embed

Campus League Proper Banget!

Kamu kan sudah sering main di Sirnas dan pernah tampil di level internasional. Menurut kamu, seperti apa level kompetisi Campus League?

Ini 11-12 kayak Sirnas. Benar-benar proper banget mereka siapin. Dari lapangannya, cahayanya bagus dan mendukung, enggak gelap. Karpetnya juga enggak licin. Medisnya juga lengkap banget.

Kamu kan juga lolos ke Campus League The Nationals, nih. Target kamu di sana apa, sih?

Pastinya juara, sih, podium. Juara satu.

Ada lawan yang kamu waspadai kalau nanti sampai ke nasional?

Ada, sih. Kan pasti yang kemarin ikut di regional yang main di Semarang itu kan pasti pada ikut nanti di nasional. Jadi musuhnya lebih bagus lagi, lebih challenge lagi bagi saya, ya. Jadi ya udah, siap aja. Nothing to lose aja.

embed from external kumparan