Bagi Fabio Cannavaro Basket adalah Tempat Belajar Kehidupan

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fabio Cannavaro bersiap free throw di pertandingan Campus League Basketball Regional Samarinda, di GOR Serbaguna Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Dok. Campus League
zoom-in-whitePerbesar
Fabio Cannavaro bersiap free throw di pertandingan Campus League Basketball Regional Samarinda, di GOR Serbaguna Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Dok. Campus League

Bagi sebagian orang, basket adalah soal kesehatan dan kebugaran. Tapi, bagi Fabio Cannavaro, basket jauh lebih dari itu. Ia adalah ruang menempa diri, melatih kesabaran, dan belajar menghadapi tekanan hidup.

Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman (Unmul) ini memulai perjalanannya di olahraga ini sejak kelas 7 SMP, terinspirasi dari sang kakak yang kini menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro. Awalnya, motivasinya sederhana: ingin bisa bermain bersama dan meraih juara berdua.

Namun seiring waktu, ia menemukan sesuatu yang jauh lebih besar di balik setiap dribble dan lemparan bola.

"Saya main basket ini untuk mengambil pelajaran hidup. Di basket, saya melatih mental, melatih pikiran. Saya bisa belajar untuk lebih sabar, itu semua berawal dari basket," ucap Fabio Cannavaro saat berbincang dengan kumparan di GOR Sempaja, Samarinda, Minggu (10/5).

Fabio Cannavaro saat diwawancari kumparan di GOR Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Agri Aulian Perdana/kumparan

Jawaban itu memang terdengar tak biasa dari seorang pemain yang masih berusia 19 tahun. Tapi bagi Fabio, perspektif itu lahir dari pengalaman nyata yang ia rasakan sendiri.

Fabio mengambil jurusan teknik, salah satu program studi yang dikenal paling menguras tenaga dan pikiran di perguruan tinggi. Di masa padat-padatnya kuliah, ia mengaku hanya tidur dua jam sehari sementara di lain sisi tekanan datang bertubi-tubi: dari kakak tingkat, dosen hingga laporan mingguan yang deadline-nya tak kenal kompromi.

Tapi, di tengah semua badai itu Fabio masih bisa bertahan. Itu semua berkat latihan mental dari basket yang ditempa di lapangan.

"Yang dibutuhkan di perkuliahan teknik itu mental plus fisik. Karena saya sudah punya pengalaman di basket, sudah melatih keduanya, itu terbawa ke perkuliahan," jelas Fabio.

Lebih dari itu, basket juga mengajarkan Fabio cara mengelola waktu dengan disiplin. Ia punya prinsip yang dipegang teguh: selesaikan semua kewajiban kuliah terlebih dahulu, baru turun ke lapangan. Basket bukan jalan keluar dari tanggung jawab, melainkan hadiah setelah tanggung jawab itu ditunaikan.

"Saya menganggap basket ini tempat healing, bukan tempat yang bikin pusing. Jadi sebisa mungkin saya selesaikan tugas dulu, dan reward-nya ada di basket," ungkapnya.

Fabio Cannavaro (Kanan) berjabat tangan dengan rekan setimnya Universitas Mulawarman di pertandingan Campus League Basketball Regional Samarinda, di GOR Serbaguna Sempaja, Samarinda, Sabtu (9/5). Foto: Dok. Campus League

Perjuangan Fabio mengorbankan waktu santainya untuk akademik plus basket tak sia-sia. Yang terbaru, ia berhasil membawa Universitas Mulawarman menjadi juara di Campus League Basket Regional Samarinda Season 1 setelah menguasai papan klasemen dengan poin sempurna. Tiga kali bertanding, Fabio dkk berhasil mengalahkan semua lawannya.

Tak cuma juara, Fabio Cannavaro cs juga berhasil menggenggam tiket ke Campus League The Nationals. Targetnya tidak muluk-muluk, ia hanya ingin mengukur kemampuan diri dan pulang membawa pelajaran baru.

“Kalau melihat secara individu maupun tim, mungkin pengin dapat pelajaran baru nanti kalau di nasional. Pengen ngukurlah seberapa kuat atau sebisa mana kami untuk berjalan di nasional,” pungkas Fabio Cannavaro.

instagram embed