Baru Diresmikan Jokowi, Stadion Akuatik Dikeluhkan Atlet

Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) dengan wajah barunya mampu memukau banyak orang, termasuk Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, stadion yang memiliki empat kolam berstandar internasional itu dinilai masih punya cela.
Ya, sejak test event cabang olahraga (cabor) akuatik bertajuk Indonesia Open Aquatic Championship digelar Selasa (5/12/2017), mulai terlihat sektor mana saja yang dirasa masih perlu perbaikan.
Sejumlah keluhan disampaikan langsung oleh para atlet, salah satunya adalah atlet loncat indah nasional, Adityo Restu Putra. Peraih emas di nomor menara 10 meter sinkronisasi putra ini mengaku permukaan platform atau menara masih licin.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) sekaligus Ketua Panitia test event, Wisnu Wardhana, mengatakan bakal melakukan evaluasi terkait kesiapan stadion sesaat setelah test event berakhir.

"PRSI tergantung kepada atlet dan masukan dari delegasi teknik. Jadi, kami akan pertimbangkan apakah perlu diganti atau memang hanya karena masih baru dipakai," ujar Wisnu kepada kumparan (kumparan.com) pada Jumat (8/12/2017).
Menurutnya, evaluasi itu akan melibatkan PRSI bersama dengan delegasi teknis dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membangun, tapi setelah ini kami tetap lakukan rapat evaluasi dengan kontraktor dan PUPR," ucapnya.

"Kira-kira apa saja yang perlu direvisi, diimprovisasi sesuai masukan dari delegasi teknik," kata Wisnu sambil memantau latihan tim polo air Indonesia.
Stadion Akuatik yang akan menjadi venue perhelatan Asian Games 2018, telah diresmikan Joko Widodo pada 2 Desember lalu. Pada saat bersamaan, sejumlah venue lain juga ikut diresmikan Presiden seperti Stadion Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, dan Lapangan Hoki.
