Bekal UPH Eagles Usai Tampil di Turnamen Basket Universitas Dunia

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain UPH Eagles, Valentinus Wongso, saat berlaga di Turnamen Basket Universitas Dunia (WUBS) di Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Liga Mahasiswa
zoom-in-whitePerbesar
Pemain UPH Eagles, Valentinus Wongso, saat berlaga di Turnamen Basket Universitas Dunia (WUBS) di Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Liga Mahasiswa

Usai sudah perjalanan Universitas Pelita Harapan (UPH) Eagles di Turnamen Basket Universitas Dunia (World University Basketball Series/WUBS).

Dalam turnamen yang berlangsung di Tokyo, Jepang, UPH Eagles menderita tiga kekalahan dari tiga pertandingan. Usai dibekuk Ataneo de Manila University (Filipina) dan Tokai University (Jepang), UPH Eagles kembali takluk dari National Chengchi University (Taiwan) dengan skor 71-91 pada Kamis (11/8).

Meski selalu tumbang, pemain UPH Eagles, Andrew Lensun, mengaku banyak mendapat pelajaran dari turnamen tersebut. Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi berada di level Asia dengan kualitas mumpuni.

"Kemarin [lawan Ataneo dan Tokai University] kami kalah jauh [skor]. Hari ini, memang kami enggak menang, tapi banyak kesalahan yang mampu kami perbaiki dari dua laga sebelumnya," ujar Andrew kepada kumparan usai laga di Yoyogi National Stadium, Tokyo.

instagram embed

Andrew mengaku mendapat sejumlah bekal dari turnamen edisi perdana ini. Hal itu, lanjutnya, bakal berguna untuk mengarungi turnamen-turnamen ke depannya, baik nasional maupun internasional.

"Kalau dari sisi teknis, kami harus bisa lebih tenang dan main fisik. Karena lawan-lawan di sini fisiknya sangat kuat, ya. Bagi saya, penampilan kami masih jauh dari kata cukup. Masih banyak yang harus kami pelajari. Tapi, memang di pertandingan ketiga ini kami bisa bermain lebih baik dan pelatih memberikan apresiasinya atas kerja keras kami," ucapnya.

Hal senada diungkapkan pelatih UPH Eagles, Stephen Metcalfe, yang menilai skuadnya bermain jauh lebih baik di laga ketiga ketimbang dua laga sebelumnya.

"Ini langkah besar bagi kami. Tentu saja, kami masih membuat sejumlah kesalahan, tapi kami membuat kemajuan di laga hari ini," ujar Metcalfe usai pertandingan.

Pelatih Universitas Pelitas Harapan (UPH), Stephen L. Metcalfe. Foto: Dok. LIMA

Meski demikian, Metcalfe mengakui penggawanya masih membutuhkan banyak jam terbang. Hal itulah yang masih menjadi masalah bagi timnya.

"Kami tim universitas yang butuh kesempatan dan pengalaman. Mereka generasi muda yang butuh pengalaman bermain melawan tim yang bagus," kata Metcafe.

"Jika mau menjadi tim basket yang bagus, pemain harus dapat banyak jam terbang. Saya tidak menuntut mereka harus bermain 70 kali dalam setahun. Tapi, saya berharap mungkin bisa bermain sebanyak 30-40 pertandingan per tahunnya. Atau, berlaga di dua atau tiga turnamen di luar negeri," tandasnya.