kumparan
2 April 2019 17:41

Bonus CPNS bagi para Atlet: Sumber Kebahagiaan dan Motivasi

Eko Yuli Irawan
Lifter Eko Yuli Irawan memperlihatkan medali seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan (Ilustrasi). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Lahirnya Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2014 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga betul-betul menjadi katalis bagi membaiknya kehidupan atlet. Status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jadi salah satu wujud nyatanya.
ADVERTISEMENT
Ya, selain uang tunai yang selama ini menjadi patokan bonus untuk atlet, kini prestasi di berbagai ajang pun bisa mengantarkan mereka jadi PNS. Bahkan, untuk para peraih medali di Asian Games 2018, rumah masuk dalam daftar bonus yang diterima.
Kembali soal bonus CPNS, sebanyak 286 atlet berprestasi menerima Surat Keputusan Pengangkatan CPNS Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Tahun Anggaran 2018 pada Selasa (2/4/2019). Penyerahan SK berlangsung di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, kepada 240 atlet yang hadir.
Di SK tersebut, di antaranya tercantum keterangan soal golongan, unit kerja, serta gaji pokok. Untuk mendapat bonus CPNS, 286 atlet itu harus lebih dulu memenuhi persyaratan seperti berusia 18-35 tahun, mendapat minimal medali perunggu Olimpiade/Paralimpiade 2016, emas SEA Games/ASEAN Para Games 2015 dan 2017, perak Asian Games/Asian Para Games 2014, serta perunggu di Asian Games dan Asian Para Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah.
ADVERTISEMENT
Acara penyerahan SK CPNS di Wisma Kemenpora
Acara penyerahan SK CPNS di Wisma Kemenpora, Selasa (2/4), bagi 286 atlet berprestasi. Foto: Karina Nur/kumparan
Nantinya, mereka yang masih aktif sebagai atlet dibebaskan untuk terus fokus berlatih di pemusatan latihan nasional (pelatnas). Gelimang kasih sayang pemerintah ini mendapat respons positif dari atlet.
Menurut Jendi Panggabean, atlet renang disabilitas asal Palembang, pemerintah sudah maksimal memberikan apresiasi kepada atlet. Sebelumnya, Jendi sendiri adalah pegawai Dispora Palembang dengan status honorer.
"Saya senang. Menurut saya (bonus) sudah maksimal, jauh lebih baik dari sebelumnya. Apalagi atlet Para Games sekarang (dapat bonus) setara. Pemerintah sudah menjamin masa depan atlet, apalagi yang berprestasi," ujar peraih emas Asian Para Games 2018 nomor 100 meter gaya punggung putra S9 ini.
Komentar lain diberikan Eko Yuli Irawan. Sama senangnya dengan Jendi, Eko juga tak lupa mewanti-wanti sesama atlet agar tetap fokus mengejar prestasi meski telah mendapat bonus status CPNS.
ADVERTISEMENT
Jendi Pangabean
Atlet para renang Indonesia, Jendi Pangabean. Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
"Emas SEA Games, perak Asian Games, dan perunggu Olimpiade, sama jadi PNS juga. Jadi jangan sampai pemikiran atlet, cukup emas SEA Games tidak masalah. Semoga tekad masih sama, meski sudah dapat status PNS, tetap ingin berprestasi di event yang lebih tinggi," kata Eko kepada kumparanSPORT.
"Mudah-mudahan ini tidak menyurutkan semangat kami untuk menyumbang prestasi dan bisa meningkatkan prestasi hingga Olimpiade," ujar Eko sambil memegang SK-nya.
Jika nantinya tak lagi aktif sebagai atlet, lifter peraih perak Olimpiade 2016 serta emas Asian Games 2018 ini siap menerima tugasnya sebagai PNS. Saat ini, Eko sendiri masih fokus mengumpulkan poin di 2019 untuk lolos ke Olimpiade 2020.
"Setidaknya seperti dijelaskan Pak Menteri, kami bisa kasih kontribusi ide dan gagasan berupa kebijakan. Semoga (kebijakan) bisa didengar dan diambil. Umpama saya dari angkat besi, kami bisa jelaskan permasalahannya apa saja," ucapnya.
ADVERTISEMENT
"Sekarang saya masih persiapan (Olimpiade 2020). Tahun ini ada tiga event besar, Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, dan SEA Games," tutup Eko.
Nah, bagaimana pendapat dari atlet milenial? Ada Firman Abdul Kholik yang buka suara. Pebulu tangkis kelahiran 11 Agustus 1997 ini mengaku belum paham betul fungsinya sebagai PNS. "Tidak pernah kepikiran jadi PNS," ujar Firman saat ditemui kumparanSPORT.
"Saya masih ingin berprestasi di dunia olahraga dulu. Tapi tiba-tiba (ada bonus) dari Kemenpora ini, cukup senang. Saya dapat dari (prestasi) SEA Games," kata peraih emas beregu SEA Games 2015 dan 2017 ini.
Karena ayah dan ibunya bukan PNS, bonus sebagai pengabdi negara ini pun menjadi hal baru bagi Firman. Namun, atlet asal Banjar, Jawa Barat, ini bangga karena status PNS bukanlah hal yang mudah didapat.
ADVERTISEMENT
Firman Abdul Kholik
Firman Abdul Kholik di Piala Thomas 2018 Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
"Kata teman-teman, bagus jadi PNS. Jadi saya bersyukur. Orang tua juga mengingatkan, harus bersyukur dan nanti kalau kerja (jadi PNS) harus jujur," ucap Firman.
Kini, Firman pun berusaha meningkatkan prestasinya hingga level dunia. Tunggal putra peringkat 57 dunia ini menjadikan segala kucuran bonus dari pemerintah sebagai atlet sebagai salah satu motivasinya.
"Senang kalau bisa mengharumkan nama negara. Itu motivasi, bisa membuat saya kembali semangat saat sedang malas-malasan," akunya.
"Orang tua juga suka mengingatkan, saya 'kan dari kecil suka bulu tangkis, dan mereka memang mendukung sekali. Jadi atlet kalau berprestasi (bonus) juga bisa untuk berbakti kepada orang tua," ujar Firman mengakhiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan