Boy Pohan: Wasit/Hakim Tinju Asal Indonesia Pertama di Olimpiade

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Boy Pohan, wasit tinju Indonesia yang pimpin Olimpiade Foto: Dok. NOC Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Boy Pohan, wasit tinju Indonesia yang pimpin Olimpiade Foto: Dok. NOC Indonesia

Tinju Indonesia akhirnya memiliki wakil di Olimpiade Tokyo 2020. Hanya, yang mewakili bukanlah atlet, tetapi wasit/hakim. Namanya Boy Pohan.

Berdasarkan rilis yang diterima kumparanSPORT dari National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Boy resmi menjadi salah satu wasit/hakim di Olimpiade 2020. Usut punya usut, Boy akan menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi wasit di Olimpiade.

Kiprah Boy di dunia tinju memang mentereng. Sebelum ditunjuk menjadi wasit tinju Olimpiade 2020, pria berusia 46 tahun itu menjabat sebagai Ketua Wasit/Hakim Pemprov Pertina DKI Jakarta.

Namun, yang membuat Boy go international adalah aksinya kala menjadi wasit/hakim pada test event Tinju Olimpiade 2020 di Tokyo, 26 Oktober 2019 silam. Akibat kiprahnya pada test event itu, Boy mendapat kepercayaan dari Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) untuk menjadi wasit/hakim di Olimpiade 2020.

Boy Pohan, wasit tinju Indonesia yang pimpin Olimpiade Foto: Dok. NOC Indonesia

Boy menyatakan bahwa ia bangga bisa menjadi wasit/hakim di Olimpiade 2020 nanti. Pria asal Padang, Sumatra Barat, itu juga berjanji untuk mengharumkan nama Indonesia.

“Saya merasa bangga bisa terpilih menjadi satu-satunya wasit/hakim yang mendapat kepercayaan AIBA untuk memimpin cabang olahraga tinju di Olimpiade Tokyo 2020 nanti. Dan, saya akan menjaga kepercayaan AIBA demi nama baik bangsa dan negara dengan menjalankan tugas sebaik mungkin,” ucap Boy.

Boy kemudian menyatakan bahwa ia terkejut dengan kemampuan petinju papan atas di test event lalu. Pasalnya, AIBA menyatakan bahwa petinju-petinju tak akan bisa lagi memeluk lawan (clinch) saat pertarungan berlangsung. Clinch biasanya dilakukan untuk beristirahat sejenak.

Nah, di test event itu, Boy menyatakan bahwa petinju top dunia tak perlu melakukan clinch karena kemampuan fisik mereka yang luar biasa. Dari situ, Boy berharap petinju-petinju Indonesia bisa menjadikan petinju top dunia itu sebagai contoh.

Atlet tinju Indonesia bertarung di SEA Games 2019. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

“Saya sempat kaget saat memimpin test event Olimpiade 2020 di mana petinju semua tampil fight sepanjang ronde tanpa clinch. Dengan kondisi fisik yang sangat prima, mereka memang benar-benar menampilkan seni bertinju tingkat tinggi.”

"Perubahan aturan AIBA dengan menuntut petinju agar tampil fight sepanjang ronde tanpa clinch ini benar-benar mengagetkan dan harus diikuti petinju Indonesia jika ingin meraih prestasi pada ajang SEA Games, Asian Games, maupun Olimpiade," tutup Boy.