Butuh Dukungan 50 Negara dari 5 Benua agar Pencak Silat Jadi Cabor Olimpiade
·waktu baca 2 menit

Pencak Silat sampai saat ini belum menjadi cabang olahraga (cabor) di Olimpiade. Namun, ada usaha untuk mewujudkan itu pada edisi 2036.
Sekjen PB IPSI, Teddy Suratmadji, mengatakan bahwa rencana aksi menuju Olimpiade 2036 perlu dukungan minimal 50 negara di 5 benua. Tak hanya itu, hal lain yang harus dilakukan adalah meningkatkan jumlah atlet serta menambah penyelenggaraan kejuaraan nasional dan internasional.
"Mendukung pengembangan pencak silat luar negeri dengan mengirimkan pelatih untuk menghasilkan pelatih dan wasit-juri internasional," katanya pada Kamis (30/12), dikutip dari situs resmi Kemenpora.
"Dan mendukung peralatan lomba kepada seluruh federasi pencak silat nasional seperti matrase, pelindung tubuh, sistem skor IT dan VAR (video assistant wasit)," tambah Teddy.
Tantangan selanjutnya adalah meningkatkan aturan dan ketentuan kompetisi pencak silat. Tujuannya agar lebih menarik, menghibur dan dapat menghasilkan pendapatan.
Hal lain yang tak kalah krusial yakni bergabung dengan organisasi International Federation (IF) dan National Federation (NF) untuk mengikuti piagam olympic serta melobi negara anggota International Olympic Committee (IOC).
Menanggapi hal tersebut, Menpora RI, Dito Ariotedjo, mendukung penuh PB IPSI untuk membawa pencak silat dapat dipertandingkan di Olimpiade 2036. Ia sempat menemui mereka di ruang kerjanya, Kamis (30/12).
"Kita dukung penuh tentang rencana besar IPSI ke depan, yakni Pencak silat dipertandingkan di Olimpiade," kata Menpora.
“Kami menyampaikan tentang rencana aksi menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 2036. Dengan bantuan pemerintah InsyaAllah mimpi kita bisa terlaksana," tegasnya.
