Candra Wijaya Harap Bulu Tangkis Indonesia Terus Cetak Prestasi di 2024-2028

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada semifinal Indonesia Open 2021 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (27/11/2021). Foto: Humas PBSI/HO ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ganda Putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon (kanan) dan Kevin Sanjaya Sukamuljo pada semifinal Indonesia Open 2021 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (27/11/2021). Foto: Humas PBSI/HO ANTARA FOTO

Peraih medali emas Olimpiade 2000, Candra Wijaya, berharap Indonesia tak mengurangi kecepatan dalam mencetak generasi penerus bulu tangkis pada 2024-2028.

Menurutnya, bibit baru pebulu tangkis berprestasi diperlukan agar dunia olahraga Indonesia tetap bergairah dalam mencetak prestasi.

Pada 2024, Indonesia akan turun di Olimpiade yang berlangsung di Paris, Prancis. Sementara, edisi 2028 akan digelar di Los Angeles, Amerika Serikat.

Memiliki atlet-atlet yang berprestasi merupakan suatu keberkahan bagi Indonesia. Prestasi tersebut diharapkan akan berlanjut karena sebelumnya telah diraih para pebulu tangkis seperti Anthony Ginting, Jonatan Christie, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan Marcus Gideon/Kevin Sanjaya.

“Mereka telah berkorban dari kecil [latihan]. Tidak mudah lho mencari pemain seperti mereka. Harus sudah kelihatan pengganti-pengganti mereka yang akan meneruskan tongkat estafet yang sudah diberikan,” ujar Candra, Senin (27/12).

Sebagai salah satu ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Candra mengapresiasi dukungan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) sebagai sponsor resmi utama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Hal itu, lanjut Candra, merupakan keberlanjutan dalam mengharumkan Indonesia melalui bulu tangkis.

Pebulu tangkis Indonesia Candra Wijaya. Foto: Chung Sung-Jun/Getty Images

Candra menjelaskan dukungan ini perlu juga dilakukan oleh banyak pihak lainnya. Pasalnya, pembinaan para calon atlet yang berkelanjutan merupakan hal paling penting untuk senantiasa membawa industri bulu tangkis konsisten mencetak prestasi kelas dunia.

“Saya sebagai mantan atlet dan sekarang pembina, mengapresiasi dukungan BNI kepada bulu tangkis nasional secara maksimal dan energinya besar sekali. Harapannya, banyak dukungan dan sinergi lain yang sama luar biasanya,” ujarnya.

Adapun, antara BNI dengan PBSI sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) berisikan komitmen dukungan yang akan berlangsung selama empat tahun lamanya, mulai dari 2021-2025.

Karenanya, dibutuhkan support system yang solid baik dari pemerintah, perbankan, hingga institusi lain untuk mendukung dalam mempertahankan tradisi emas Olimpiade yang telah diraih Indonesia.

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie pada Indonesia Masters 2021 di Bali International Convention Center, Bali, Kamis (18/11). Foto: Raphael Sachetat/Badmintonphoto/BWF

“Industri bulu tangkis sendiri sebenarnya sudah merupakan sebuah target. Bulu tangkis sebagai olahraga kebanggaan nasional sangat diharapkan terus-menerus berprestasi. Supaya tidak kehilangan momen-momen dan sejarah kejayaan masa lalu karena persaingan industri bulu tangkis di dunia kini semakin ketat,” tutur Candra.

“Harapannya, baik BNI, pemerintah, dan pihak lainnya mendukung bulu tangkis untuk memberikan kebanggaan nasional sehingga para pemain bisa all-out mencurahkan tenaga dan prestasinya. Terutama bagaimana pembinaan berkelanjutan untuk junior ke bawah agar mempertahankan motivasi secara teknikal dan mental," lanjutnya.

"Dukungan BNI ini sangat besar karena ada berapa kali kejuaraan sampai akhir tahun. Semoga tidak pupus generasi berikutnya yang diandalkan,” tandasnya.