Cara Melati Daeva Oktaviani Melatih Pertahanan: Melawan Mesin

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Melati Daeva Oktavianti, pemain ganda campuran Indonesia saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Melati Daeva Oktavianti, pemain ganda campuran Indonesia saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti hanya sampai di perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Langkah mereka dihentikan wakil non-unggulan asal Belanda, Robin Tabeling/Selena Piek, lewat pertarungan rubber game.

Hasil ini sekaligus memperpanjang rapor buruk mereka ketika bersua Tabeling/Piek karena pada pertemuan sebelumnya di Jerman Terbuka 2019, Praveen/Melati keok straight game.

Faktor teknis macam pertahanan dan servis diakui Melati menjadi aspek utama kegagalan mereka di Basel, Swiss. Oleh karena itu, ia dan Praveen ingin fokus memperbaiki dua hal tersebut sebelum mentas di turnamen selanjutnya.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, di Kejuaraan Dunia 2019. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan

"Kalau dari saya rasanya kurang di defense, mudah mati dan tidak tahan lama, kurang kuat. Kehilangan fokus makanya di awal gim ketiga langsung tertinggal jauh dan saat mengejar sudah susah," kata Melati saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

"Yang paling harus diperbaiki lagi dari saya dan Praveen adalah soal memberi dan menerima servis. Kita banyak buang poinnya dari situ. Sepele, sih, karena itu pembuka permainan. Servisnya masih sering nyangkut atau tanggung. Padahal bola awal itu menentukan selanjutnya bagaimana," lanjutnya.

Melati secara khusus sudah menjalani program khusus untuk memperkuat pertahanan. Wanita berusia 24 tahun itu intens mengembalikan kok yang dikirimkan lewat mesin pelontar. Uniknya, di belakang tubuh Melati disimpan papan agar ia tak bergerak dari posisi awal ketika bertahan.

instagram embed

"Kalau saya ada, latihan defense pakai mesin. Itu untuk menguatkan pertahanan, jadi ada papan biar saya tidak mundur-mundur. Walaupun tangan saya sudah lemah, saya tetap stay di posisi awal," jelasnya.

"Kalau pakai mesin 'kan tekanan terus sama, terus tidak bisa mundur karena ada papannya juga. Itu juga buat melatih refleks juga. Kemarin baru sekali mencoba, rasanya pegal semua tangan," kelakar Melati.

Program latihan ini dimaksudkan juga untuk persiapan Melati dan Praveen menghadapi turnamen selanjutnya di China Terbuka 2019, 17-22 September mendatang. Mereka akan menghadapi Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa (India) di babak pertama.