kumparan

Catatan Manis Lorenzo Usai Jadi Juara MotoGP Italia

Jorge Lorenzo
Lorenzo rayakan kemenangan di Sirkuit Mugello. (Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)
Kemenangan rider asal Spanyol, Jorge Lorenzo, di Grand Prix (GP) Italia, Minggu (3/6/2018) malam WIB, terasa spesial. Selain menjadi kemenangan pertamanya bersama Ducati, torehan itu membuat Lorenzo masuk dalam deretan pebalap yang menang di atas dua motor pabrikan berbeda.
ADVERTISEMENT
Ya, sejak 2002 saat kelas tertinggi balap motor berganti nama menjadi MotoGP, hanya lima orang yang telah melakukannya. Berganti tim memang lumrah, tapi adaptasi dan kemampuan mengantarkan performa maksimal motor yang berbeda tidak dimiliki semua rider. Dan di Sirkuit Mugello, Lorenzo-lah pebalap kelima tersebut.
Siapa rider pertama yang melakukannya? Tak lain tak bukan ialah Valentino Rossi, bintang balap asal Italia. Salah satu momen bersejarah adalah di MotoGP 2004, kala Rossi menang di Grand Prix (GP) Afrika Selatan sekaligus menorehkan kemenangan pertama bersama Yamaha.
Kemenangan pertama di seri pembuka itu direngkuh setelah hengkang dari Honda sebagai juara MotoGP 2003. Rossi sendiri tidak pernah menang bersama Ducati, tapi setidaknya torehan mentereng di Honda dan Yamaha membuat namanya tercantum di rapor emas MotoGP.
Valentino Rossi
Aksi Rossi di MotoGP 2000 (Foto: MARCOS TRISTAO / AFP)
Berikutnya ada pebalap legendaris Casey Stoner. Rider asal Australia itu menorehkan kemenangan pertama di MotoGP pada GP Qatar 2007 bersama Ducati. Setelah itu, Stoner berganti seragam (kembali) menjadi rider Honda pada 2011. Dengan mudah ia meraih kemenangan pertama bersama Tim Repsol Honda pada GP Qatar 2011, sekaligus menjadi juara musim itu.
ADVERTISEMENT
Next, ada Andrea Dovizioso yang menjadi pebalap ketiga. Sama seperti Stoner, Dovizioso menang untuk Honda dan Ducati. Kemenangan pertama baru diraih Dovi --sapaan akrab Dovizioso-- bersama Repsol Honda pada 2009 di Donington Park, Inggris. Pindah ke Ducati pada 2013, Dovi juga harus bersabar sebelum menang di GP Malaysia 2016 dan kini bisa terus memastikan diri sebagai andalan Ducati.
Selanjutnya, pebalap muda asal Negeri Matador Spanyol, Maverick Vinales, masuk dalam deretan pebalap yang sukses di dua pabrikan. Bersama Suzuki, Vinales juga berjuang keras untuk meraih kemenangan pertama sekaligus perdana bersama tim pada 2016 di Silverstone. Pindah ke Yamaha musim 2017, rider berusia 23 tahun itu langsung memenangi GP Qatar seri pertama sekaligus menjadi kemenangan debutnya di Yamaha.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, usai seri teranyar 2018 di Sirkuit Mugello, Lorenzo memastikan diri masuk ke dalam daftar pebalap yang menang bersama dua motor berbeda sekaligus yang pertama untuk Yamaha dan Ducati. Kemenangan perdana bersama Yamaha sendiri diraih rider berjuluk 'X-Fuera' itu pada 2008.
Jorge Lorenzo
Lorenzo di GP Italia 2018 (Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)
10 tahun kemudian, Lorenzo berhasil membuktikan diri bersama Desmosedici setelah memantapkan hati kepada Ducati sejak 2017. Akankah Lorenzo mempertahankan momentum positifnya jelang GP Catalunya 17 Juni mendatang? Yang pasti, ia punya peluang besar dengan catatan empat kali menang di Catalunya.
Well, bertanya mengapa tak ada nama Marc Marquez di sini? Pasalnya, rider asal Spanyol itu masih setia bersama Honda sejak debut pada 2013 sampai sekarang, bahkan dengan kontrak barunya hingga 2020. Saat ini, The Baby Alien --begitu Marquez disebut-- sendiri berada di puncak klasemen sementara GP 2018 dengan 95 poin.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan