Cerita Juara 76 Indonesian Downhill, Mulai Karier dengan Sepeda Pinjaman
·waktu baca 3 menit

Rendy Varera Sanjaya berhasil menjuarai kategori Men Elite kejuaraan balap sepeda downhill bertajuk 76 Indonesian Downhill 2023. Pemuda 24 tahun tersebut memulai kariernya dengan sepeda pinjaman.
Rendy mulai mengenal downhill sejak 2010 silam, kala itu ia masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Downhill juga bukan perkenalan pertamanya dengan sepeda, melainkan BMX.
Kota kelahirannya, Kediri, ada sebuah kelompok yang menyukai sepeda downhill. Seorang sosok dari kelompok tersebut kemudian yang meminjamkan Andi sepeda downhill untuk dicoba.
Pada saat itu, sepeda yang digunakan Andi belumlah memiliki fitur-fitur yang lengkap untuk melintasi trek bebatuan.
"Aku mengenal downhill dari 2010, masih SD kelas 4. Kebetulan di kotaku di Kediri ada penghobi-penghobi biasa, awalnya main BMX, terus diajak cobain main downhill," cerita Rendy kepada kumparan, Minggu (1/10).
"Dari awal diajak itu sudah dipinjamkan sepeda. Cuma enggak yang full suspensi, yang masih pakai suspensi depan aja. Terus sampai pada akhirnya dipinjamin yang full suspensi," tambahnya.
Sebagai anak berusia 11 tahun, Rendy tidak mengenal rasa takut. Mengingat, trek downhill tidak hanya menuruni bukit, melainkan juga melewati rintangan-rintangan bebatuan.
Sosok yang meminjamkan sepeda downhill kepada Rendy pun kemudian melihat bakat dalam dirinya. Hingga akhirnya, Rendy diambil oleh sebuah klub sepeda di Malang.
Tak butuh waktu lama bagi Rendy untuk mulai mengikuti turnamen. Setelah 2010 mulai mencoba sepeda downhill, tahun berikutnya ia sudah mulai mengikuti turnamen.
"Mulai pertama balap mungkin di 2011, tahun selanjutnya. Tapi, ya, masih di kelas yang paling pemula, di Men Youth," kata Rendy.
"Sampai, ya, alhamdulillah rezekinya di sini, sampai di Men Elite keterusan, alhamdulillah," sambungnya.
Pada kelas Men Elite di 76 Indonesian Downhill 2023, Rendy pun keluar sebagai juara. Kampiun Kejurnas Downhill 2023 itu menjadi yang tercepat melintasi Ternadi Bike Park, Kudus, pada Minggu (1/10).
Ternadi Bike Park sendiri adalah lintasan downhill yang terdaftar dalam Union Cycliste Internationale (UCI) di kategori C1. Artinya, trek ini memiliki obstacle paling ekstrem dari segi ketinggian maupun lintasan.
Rendy membabat lintasan sejauh 2,3 kilometer tersebut dengan berbagai rintangannya dalam 3 menit dan 15.046 detik. Torehan waktunya lebih cepat 4.369 detik dari Agung Prio Apriliano di tempat kedua.
Capaian ini merupakan salah satu dari sederet prestasi Rendy. Ia juga peraih medali perak Kejurnas Downhill 2018 dan 2021, medali perunggu di ajang yang sama edisi 2019 dan 2022, lalu medali perunggu di Asia Pasific 2015.
Namun demikian, Rendy belum puas dengan pencapaiannya. Targetnya adalah menjadi juara di turnamen Asia, selain itu ia juga ingin mencicipi bersaing di Kejuaraan Dunia.
"Targetnya juara Asia. Untuk sementara yang ingin ditargetkan arena kepengin juga, dari awal pengin juara Asia," terang Rendy.
"Untuk mendapatkan national champ [Kejurnas] saja aku butuh enam tahun. Jadi untuk saat ini pengin juara Asia dulu. Terus pengin juga merasakan atmosfernya balapan di luar negeri kayak Kejuaraan Dunia," pungkasnya.
Asian Continental Championships akan digelar di Trivandrum, Kerala, India pada 26-29 Oktober mendatang. Rendy akan bersaing di ajang tersebut.
