Chess.com Ungkap Sempat Coba Klarifikasi ke Dewa Kipas, tapi Gagal

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Dewa Kipas sudah telanjur menjadi fenomena dunia catur, wabil khusus di situs web Chess.com. Duel kontroversialnya kontra GothamChess memunculkan sejumlah polemik dan opini.

Intinya, pria dengan sosok asli bernama Dadang Subur tersebut mengalahkan pemilik nama asli Levy Rozman itu dalam duel yang terjadi pada 2 Maret 2021. Setelahnya, Dewa Kipas dituding curang, akunnya di-report massal, lalu Chess.com memblokirnya.

Segala kontroversi inilah yang memicu terjadinya duel Dewa Kipas vs WGM Irene Kharisma Sukandar pada Senin (22/3). Rupanya, Chess.com juga memantau duel yang disiarkan live pada kanal YouTube Deddy Corbuzier tersebut.

Tidak hanya itu, Chess.com juga tampaknya mengikuti perkembangan isu Dewa Kipas dari media-media Indonesia. Hal ini diketahui setelah Chess.com mengunggah artikel pada Rabu (24/3).

Pemain catur, Dadang Subur atau yang dikenal dengan panggilan Dewa kipas. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Chess.com membuat tulisan panjang tentang isu Dewa Kipas. Salah satunya, mereka mengisyaratkan kebingungan terkait sikap Dewa Kipas dan juga anaknya sepanjang kontroversi kecurangan ini mencuat.

"Selama ini, [Dadang] Subur membantah telah berbuat curang. Dalam kisah yang berkembang, ia mengaku telah menjadi pemain tangguh dengan bermain melawan program komputer Shredder. Pada saat yang sama, dia dan putranya mengutuk pelecehan terhadap [Levy] Rozman," tulis pihak Chess.com.

Jadi, di satu sisi, Dewa Kipas tidak mengaku curang dan GothamChess yang setuju penutupan terhadap akunnya sempat diserang netizen Indonesia. Namun di sisi lain, pihaknya juga mengimbau agar perundungan itu tak dilakukan.

"Juga dikutip adalah COO Chess.com, Danny Rensch, yang menjelaskan alur kerja 'Fair Play' situs ini dan mengatakan bahwa akun @Dewa_Kipas adalah kasus kecurangan 'yang mutlak'," tulisnya.

Ilustrasi catur. Foto: rawpixel on Unsplash

Ditambah lagi, Dewa Kipas sama sekali tidak menuntut pengembalian akun. Ali Akbar pernah menyatakan itu lewat unggahan Facebook-nya yang kini telah ditutup.

"Anggaplah pemblokiran akun Dewa_Kipas hanyalah kesalahan sistem anti-kecurangan pada aplikasi chess.com, dan Levy hanya mengikuti apa yang disebutkan oleh sistem," tulis Ali pada 4 Maret 2020.

"Ayah saya sudah merelakan akun Chess.com miliknya dan sama sekali tidak mengharapkan pengembalian akun. Ayah saya sejak awal memang sudah berniat untuk berhenti bermain ketika sudah mencapai ELO 2200, namun beliau tetap melanjutkan hingga 2300," tambahnya.

Maka dari itu, Chess.com tampaknya ingin meminta klarifikasi langsung dari Dewa Kipas dan Ali. Akan tetapi, hasilnya nihil.

"Chess.com tidak dapat menghubungi [Ali] Akbar dan [Dadang] Subur untuk dimintai komentar karena Akbar telah menutup semua akun media sosialnya," tutur pihak Chess.com.

***

embed from external kumparan