Choirul Huda, Legenda Persela itu Telah Berpulang

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Choirul Huda (Foto: Twitters/@PerselaFC‏)
zoom-in-whitePerbesar
Choirul Huda (Foto: Twitters/@PerselaFC‏)

Laga Persela Lamongan melawan Semen Padang berakhir tragis. Raihan tiga poin klub berjuluk 'Laskar Joko Tingkir' itu harus dibayar mahal. Kiper utama mereka, Choirul Huda meninggal dunia usai tak sadarkan diri akibat bertabrakan dengan rekan satu timnya, Ramon Rodrigues

Kehilangan Choirul Huda menjadi kesedihan yang amat mendalam bagi Persela. Pasalnya, Huda bukanlah pemain biasa tapi juga sudah menjadi legenda klub asal Jawa Timur tersebut.

Choirul Huda merupakan putra asli Lamongan. Lahir pada 2 Juni 1979, Huda hanya bermain untuk satu klub yakni Persela. Kariernya bersama Persela dimulai pada tahun 1999.

Kala itu, Persela bukanlah klub papan atas, mereka hanya bermain di divisi II Liga Indonesia. Bersama Huda, Persela terus menapak ke jenjang tertinggi. Tahun 2001, Huda berhasil membawa Persela promosi ke divisi I. Dua tahun berselang, Persela berhasil naik level ke divisi utama.

Choirul Huda bersama Persela tahun 2003 (Foto: Twiiter/@PerselaFC)
zoom-in-whitePerbesar
Choirul Huda bersama Persela tahun 2003 (Foto: Twiiter/@PerselaFC)

Konsisten menjadi andalan Persela, Huda akhirnya bisa membawa klub kebanggaan masyarakat Lamongan itu ke level tertinggi sepak bola Indonesia, yakni Indonesia Super League (ISL) pada 2007.

17 tahun kariernya di Persela dihiasi dengan 454 penampilan. Kesetiannya pada Persela tak tergoyahkan meski ada tawaran dari klub lain bahkan dengan nilai gaji yang tidak sedikit.

Sriwijaya FC termasuk klub yang tertarik meminang Choirul Huda pada 2013. Alih-alih tergoda, kiper yang kerap dipanggil mengikuti pelatnas timnas itu memilih bertahan di Persela.

Bagi, Huda membela klub kota kelahirannya merupakan suatu kebanggaan.

Meski moncer bersama klub, karier pemain yang juga berstatus sebagai PNS tetap Dinas Olah Raga dan Pemuda Lamongan ini di Timnas Indonesia justru berjalan sebaliknya. Dirinya kerap terpinggirkan dan kalah bersaing dengan nama-nama besar lainnya.

Panggilan negara datang untuknya ketika tahun 2013 lalu. Saat itu usianya sudah menyentuh 34 tahun. Nama Choirul Huda masuk ke dalam daftar skuat Timnas indonesia arahan Alred Reidl yang dipersiapkan untuk ajang kualifikasi Piala Asia. Sayangnya, Huda hanya berstatus sebagai kiper cadangan tanpa pernah tampil sama sekali.

Kini kisah legenda Persela itu telah usai. Huda meninggalkan klub kebanggannya dengan statusnya sebagai one club man Persela.

Selamat Jalan, Choirul Huda.