Christian Ronaldo Sitepu: Lebih Matang, Lebih Lama di SM

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kontrak Christian Ronaldo Sitepu-SM Pertamina (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kontrak Christian Ronaldo Sitepu-SM Pertamina (Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan)

Christian Ronaldo Sitepu mungkin tak pernah meyangka, keputusannya 11 tahun yang lalu untuk bergabung dengan salah satu klub bola basket profesional Indonesia akan membawanya menjadi salah satu pemain basket Tanah Air yang diperhitungkan.

Tepat pada 2006 silam, Dodo —begitu sapaan akrabnya— menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama tim Satria Muda (SM). Salah satu tim basket terbesar di Indonesia ini mengambil segala risiko dengan meminang Dodo yang saat itu masih berusia 19 tahun.

Bagi Dodo sendiri, keputusannya untuk menerima tawaran SM menjadikannya rookie termuda saat itu di Indonesian Basketball League. Saat itu, Dodo muda masih bermain bersama para legenda SM macam Youbel Shondakh, Rony Gunawan, Faisal Julius Achmad, dan Amin Prihantono.

Kini, saat sebagian besar para legenda itu telah memutuskan mengakhiri karier sebagai pemain, Dodo dengan segala kecintaannya pada bola basket masih terus eksis berkecimpung di lantai termegah kompetisi basket Indonesia. Kini usianya segera menginjak 31 tahun. Dodo, yang sempat diragukan bisa bersaing dengan big man-big man muda dan impor IBL, nyatanya mematahkan semua anggapan itu.

Hari ini, Sabtu (14/10/2017), bertempat di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Manajemen SM Pertamina dan Dodo menyepakati perpanjangan kontrak untuk dua tahun ke depan. Tentunya ini jadi kado istimewa bagi Dodo yang akan berulang tahun pada 27 Oktober mendatang. Sedangkan bagi SM sendiri, masih bertahannya Dodo, artinya kekuatan mereka untuk menghadapi IBL musim ini, yang mulai bergulir 8 Desember 2017, tetap terjaga.

Dodo memang bukan sosok sembarangan di tubuh SM. Sumbangan tujuh gelar juara IBL selama berseragam SM jadi salah satu bukti besarnya kontribusi Dodo selama ini. Terlebih, sosoknya kini jadi lebih penting dalam membimbing pemain-pemain muda SM sepeninggal para legenda yang kami sebutkan di atas tadi.

Komposisi pemain SM musim ini didominasi oleh pemain muda dengan rata-rata usia 24 tahun. Keputusan SM untuk menahan Dodo pun terbilang tepat. Pengalamannya sangat dibutuhkan oleh Youbel Sondakh, pelatih SM musim ini, untuk menyertainya mematangkan para pemain muda.

"Tahun ini saya menolak mengatakan bahwa SM didominasi pemain muda. Karena sebagian dari mereka harus sudah lebih matang musim ini. Tapi, kami masih membutuhkan Dodo sebagai leader di tim dan para pelapis big man saat ini masih belum cukup matang. Jadi perannya di tim masih krusial," ungkap Youbel saat acara penandatanganan kontrak Dodo.

video youtube embed

Erick Thohir, selaku pemilik SM, mengutarakan kebahagiaannya usai menandatangani perpanjangan kontrak Dodo. Baginya, Dodo bukan hanya sekadar pemain SM, ia juga bisa menjadi kakak bagi para juniornya.

"Dia sudah merasakan didikan SM sejak 2006, jadi punya pengalaman sangat banyak. Dia tahu betul bagaimana kultur di SM. Semoga hal-hal ini bisa ditularkan ke adik-adiknya," ungkap Erick.

Nyatanya, meski mendapat sanjungan dan dukungan dari berbagai pihak, Dodo sempat berpikir panjang untuk memperpanjang kontraknya dengan SM.

video youtube embed

"Sebetulnya kemarin kenapa sempat ada pemikiran ingin pensiun karena ada pertimbangan-pertimbangan personal. Tapi, setelah berbicara lebih jauh dengan manajemen dan pelatih juga melihat kondisi tim saat ini, akhirnya saya mengurungkan niat tersebut," kata pemain betinggi 200 cm itu.

SM tidak membeberkan berapa nilai kontrak Dodo. Sang pemain sendiri kini memilih fokus total untuk membantu SM meraih gelar juara.

"Target saya memberikan kontribusi lebih untuk tim, apa lagi dalam dua tahun ke belakang saya rasa penampilan kami kurang maksimal. Di musim kemarin kita hampir saja juara, hanya tergelincir sedikit di partai final lawan Pelita Jaya," tutup Dodo.

====

*Catatan editorial: Sebelumnya tertulis, Dodo berulang tahun pada 8 Oktober. Seharusnya 27 Oktober. Demikian kesalahan telah dipebaiki.