Claressa Shields, Petinju Wanita yang Berani Klaim Terbaik Setelah Muhammad Ali

Claressa Shields sesumbar dengan menyebut dirinya sebagai ‘The Greatest’ layaknya legenda tinju, Muhammad Ali. Ia bahkan bilang bahwa '98 persen pria di dunia' tidak akan mampu mengalahkannya.
Hal itu diucapkan oleh petinju wanita asal Amerika Serikat itu dalam konferensi pers jelang pertarungan melawan Marie-Eve Dicaire di Dort Financial Center, Flint, Michigan, AS, Jumat (5/3).
Dalam kesempatan itu, Shields juga mengatakan bahwa banyak orang-orang yang memandang sebelah mata kemampuannya. Oleh sebab itu, ia menyandingkan dirinya dengan tokoh-tokoh tinju terkenal seperti Ali dengan tujuan agar para hatersnya bisa lebih menghargainya.
“Ini karier saya dan saya rasa orang meremehkan saya ketika saya bilang seberapa hebatnya saya. Tapi, bila saya tak mengatakannya, maka tak seorang pun di ruangan ini yang akan menyebut saya hebat karena mereka memang tak mengakuinya. Hanya ‘The Greatest’ yang tahu bahwa mereka ‘The Great’,” ucap Shields, dikutip dari RT Sports.
“Seperti Muhammad Ali. Tak seorang pun yang menyebutnya ‘terbaik sepanjang masa’. Mereka pada dasarnya menyebut ia ‘Louisiana Lip’ karena bicara terlalu banyak. Jika ia tak mengatakan ia ‘The Greatest’, maka ia takkan dikenal sebagai ‘The Greatest’ sepanjang masa. Apapun yang terjadi di dunia tinju nantinya, takkan ada yang melebihi Muhammad Ali. Itu juga yang saya rasakan.”
"Muhammad Ali adalah ‘The Greatest of All Time’ dan Claressa Shields yang kedua. Saya ‘The Greatest Woman of All Time’ dan 98 persen pria-pria di dunia takkan bisa mengalahkan saya,” imbuhnya.
Shields, yang baru 2 kali menang KO dari 10 pertarungan, saat ini menggenggam sabuk gelar kelas menengah ringan WBC dan WBO. Sementara lawannya, Marie Eve DiCaire, adalah juara kelas menengah ringan IBF dan WBA super.
Jika berhasil mengalahkan Dicaire, maka petinju putri berusia 25 tahun itu akan memegang empat sabuk juara dunia dari dua kelas berbeda.
Selain itu, Shields telah memenangi sembilan kejuaraan yang telah diikutinya. Ia pun menjadi orang tercepat yang pernah meraih gelar di tiga divisi tinju.
Lebih hebatnnya lagi, Shields merupakan petinju AS pertama yang berhasil memenangi medali emas di dua Olimpiade secara berturut-turut.
***
