Colin Kaepernick yang Istikamah

18 November 2019 13:41 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Colin Kaepernick menjalani trial di lapangan SMA Riverdale. Foto: Reuters/Elijah Nouvelage
zoom-in-whitePerbesar
Colin Kaepernick menjalani trial di lapangan SMA Riverdale. Foto: Reuters/Elijah Nouvelage
ADVERTISEMENT
Colin Kaepernick punya kesempatan besar untuk kembali berlaga di National Football League (NFL) setelah tiga tahun menjadi persona non grata. Akan tetapi, kesempatan itu hilang setelah Kaepernick sendiri menolak aturan main yang sudah diberlakukan.
ADVERTISEMENT
Pada 2016, sebuah pemberontakan kecil dilakukan Kaepernick. Dalam sebuah pertandingan pramusim, dia memutuskan untuk berlutut kala lagu kebangsaan Amerika Serikat, 'The Star-Spangled Banner' dikumandangkan.
Bagi Kaepernick, aksi berlutut itu merupakan protes terhadap ketidakadilan sosial yang dialami kaum minoritas, terutama orang-orang kulit hitam. Kaepernick hanya berniat untuk membangkitkan kesadaran publik bahwa kekerasan struktural terhadap kaum minoritas itu benar-benar ada.
Perlu diketahui bahwa NFL, atau American football itu sendiri, merupakan simbol konservatisme Amerika. Ia merupakan bagian dari 3F—Faith, Family, Football, tiga standar yang menentukan baik-buruknya seorang Amerika di mata para konservatif.
Dengan begitu, sikap progresif Kaepernick tadi pun dipandang sebagai sebuah pembangkangan. Penolakan Kaepernick untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan dianggap para konservatif sebagai sebuah penghinaan atas simbol negara.
ADVERTISEMENT
Akhirnya, pembangkangan itu membuat Kaepernick kehilangan pekerjaannya. San Francisco 49ers, waralaba yang dibawanya ke Super Bowl 2013, memilih untuk memecat sang quarterback pada akhir musim 2016. Sampai tiga tahun kemudian, Kaepernick belum juga kembali ke gelanggang NFL.
Kaepernick bukannya sama sekali tidak mendapat dukungan. Memang benar bahwa mayoritas dukungan yang diterimanya datang dari luar NFL seperti dari pesepak bola Megan Rapinoe. Akan tetapi, sebagian anasir NFL sebetulnya sudah menyatakan dukungan kepadanya.
Aaron Rodgers, misalnya. Quarterback Green Bay Packers ini, pada 2017 silam, pernah berkata bahwa ketidakadilan sosial memang benar-benar ada di Amerika Serikat dan Kaepernick seharusnya tetap bermain di NFL. Dia percaya koleganya itu dihukum atas protes-protesnya.
Dukungan juga pernah disampaikan para pemain Indianapolis Colts dan San Francisco 49ers dalam sebuah pertandingan yang disaksikan Wakil Presiden AS, Mike Pence. Pence yang mantan Gubernur Indiana itu sampai walkout dari stadion usai melihat para pemain berlutut mendukung Kaepernick.
ADVERTISEMENT
Namun, memang, tidak satu pun dari para pendukung Kaepernick itu punya kekuasaan di NFL. Malah, pihak NFL kemudian memberlakukan sebuah aturan baru soal lagu kebangsaan. Dalam aturan baru itu, para pemain diwajibkan untuk setidaknya berdiri ketika 'The Star-Spangled Banner' dikumandangkan.
Colin Kaepernick (tengah) berlutut. Foto: Reuters via USA Today Sports
NFL menggonggong, Kaepernick berlalu. Meski tidak kunjung mendapatkan tim baru, pria yang kini berusia 32 tahun tersebut tetap dilihat sebagai sosok yang memiliki nilai jual. Kiri itu seksi, kata orang, dan Nike pun rupanya memiliki pandangan serupa.
Pada paruh kedua 2018, tepatnya pada September, Kaepernick menjalin kerja sama dengan Nike yang nilainya mencapai jutaan dolar AS. Nike pun menggunakan Kaepernick sebagai salah satu simbol kampanye mereka yang baru.
Terbukti, suara Kaepernick punya pengaruh besar dalam pengambilan keputusan di Nike. Perusahaan asal Oregon itu dipaksa Kaepernick menarik koleksi sepatu Betsy Ross yang dirilis jelang 4 Juli 2019. Menurut hemat Kaepernick, simbol di sepatu tersebut tidak pantas lagi digunakan.
ADVERTISEMENT
Simbol yang dimaksud sebenarnya merupakan bendera asli Amerika Serikat, di mana hanya ada 13 bintang, alih-alih 50 seperti sekarang. Betsy Ross sendiri merupakan orang yang dipercaya Jenderal George Washington untuk membuat bendera Amerika pertama.
Bendera itu dianggap Kaepernick tidak lagi pantas digunakan karena memang berkaitan erat dengan institusi perbudakan yang lumrah di abad ke-18. Washington, bersama para Founding Fathers lain macam Thomas Jefferson, John Adams, dan Ben Franklin, merupakan pemilik budak.
Sepatu Nike 'Betsy Ross' yang ditarik dari peredaran menyusul protes Colin Kaepernick. Foto: Nike
Apa yang dilakukan Kaepernick terhadap Nike itu menunjukkan bahwa dia memang tidak bisa dibungkam begitu saja. Tanpa status pemain NFL, kontrak dengan Nike menjadi pendapatan utama sang bintang. Namun, Kaepernick tetap setia dengan pendiriannya.
Pada Sabtu (16/11/2019), Kaepernick sebetulnya berkesempatan untuk merenggut kembali status pemain NFL itu. Dia dijadwalkan mengikuti trial bersama sejumlah pemain free agent lain di lapangan latihan milik Atlanta Falcons.
ADVERTISEMENT
Dalam trial tersebut, setidaknya pemandu bakat dari 25 tim NFL direncanakan hadir. Akan tetapi, rencana tersebut dibatalkan secara sepihak oleh pihak Kaepernick. Alih-alih melakukan tryout di lapangan milik Falcons, Kaepernick memindahkan aktivitasnya ke lapangan milik sebuah SMA di Riverdale.
Kaepernick tidak sendiri. Bersamanya ada sejumlah pemain free agent lain yang mengikuti. Berkat keputusan ini, orang-orang pun jadi tahu bahwa Kaepernick sama sekali belum kehilangan kemampuannya. Sebab, pemindahan ini dilakukan salah satunya agar awak media bisa meliput secara terbuka.
Pihak NFL sendiri tidak mengizinkan acara ini disaksikan secara terbuka dan disiarkan lewat media. Selain itu, Kaepernick dan para pemain free agent lain juga dipaksa menandatangani pernyataan yang intinya menyebutkan bahwa trial ini bukan jaminan mereka akan kembali mendapatkan pekerjaan.
Colin Kaepernick usai menjalani trial di SMA Riverdale. Foto: Reuters/Elijah Nouvelage
Kaepernick dan tim legalnya menolak tawaran NFL tersebut. Mereka pun membuat acara sendiri yang kemudian bisa disaksikan secara terbuka. Seusai melakukan trial, Kaepernick mengatakan bahwa dirinya siap bermain dan tidak akan ke mana-mana.
ADVERTISEMENT
"Kami menunggu 32 pemilik, 32 tim, dan (komisioner liga) Roger Goodell untuk berhenti berlari. Berhentilah lari dari kebenaran, berhentilah lari dari masyarakat. Kami siap bermain. Kami takkan pergi ke mana-mana," kata Kaepernick singkat kepada awak media.
Trial yang digelar Kaepernick itu sendiri diwarnai aksi demonstrasi. Ada yang pro dan tentu saja ada yang kontra. Salah seorang demonstran yang kontra terhadap aksi Kaepernick membawa poster bertuliskan "Colin Kaepernick pecundang anti-Amerika. Pergi dari kotaku."
Sikap Kaepernick itu sendiri sudah menuai respons dari NFL. Meski menyayangkan tindakan Kaepernick, mereka tetap menganggap sang quarterback sebagai unrestricted free agent. "Kami kecewa Colin tidak datang. Walau begitu, keputusan itu tidak mengubah statusnya di liga ini. Dia tetap bisa bergabung dengan tim mana pun," tulis NFL.
ADVERTISEMENT
Permasalahan kontrak Kaepernick dengan NFL sendiri sudah selesai pada Februari 2019 lalu. Pihak liga telah membayar kompensasi pemecatan kepada sang pemain dan itulah mengapa Kaepernick tidak terikat klausul apa pun sehingga bisa masuk tim mana saja.
Seorang warga memprotes kehadiran Colin Kaepernick di Riverdale. Foto: Reuters/Elijah Nouvelage
Sebelum trial itu dilakukan, ada dua tim yang sebenarnya disebut-sebut membutuhkan jasa quarterback elite seperti Kaepernick. Mereka adalah Carolina Panthers dan Tampa Bay Buccaneers yang penampilan quarterback-nya musim ini belum memuaskan.
Namun, Kaepernick tampaknya tidak akan kembali ke NFL dalam waktu dekat. Tegasnya sikap Kaepernick yang tak mau tunduk kepada siapa pun itu dinyatakan pula lewat kaus bertuliskan 'Kunta Kinte' yang dikenakannya pada trial tadi.
Kunta Kinte merupakan karakter utama novel 'Roots: The Saga of an American Family' karangan Alex Haley. Novel ini juga pernah diadaptasi menjadi sebuah miniseri di stasiun ABC berjudul 'Roots'. Pada masanya, miniseri ini sangat populer di mana finale-nya disaksikan lebih dari 100 juta orang.
ADVERTISEMENT
Dalam novel tersebut, Kunta Kinte dikisahkan sebagai seorang bocah yang diculik dari Afrika dan dipaksa menjadi budak di bagian selatan Amerika. Oleh pemiliknya, dia dinamai 'Toby' tetapi menolak dan akhirnya dihukum cambuk berulang kali.
Kunta Kinte, dalam khasanah budaya populer Amerika, merupakan sebuah simbol perlawanan. Nama karakter tersebut bisa pula ditemukan di lagu-lagu milik Missy Elliott serta Kendrick Lamar. Lewat kaus yang dikenakannya itu, Kaepernick ingin berkata bahwa dia tidak akan berubah hanya untuk menyenangkan para penguasa.