Daniel Marthin di Piala Thomas: Dari Pilih Ahsan, Kini Ditunjuk Kevin Sanjaya

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ganda Putra Indonesia Daniel Marthin (depan) dan Leo Rolly Carnando. Foto: Erika Sawauchi/Badmintonphoto/BWF
zoom-in-whitePerbesar
Ganda Putra Indonesia Daniel Marthin (depan) dan Leo Rolly Carnando. Foto: Erika Sawauchi/Badmintonphoto/BWF

Daniel Marthin mendapat pengalaman berharga di Piala Thomas 2020. Pebulu tangkis 20 tahun itu merasakan bisa turun main dengan pemain senior Mohammad Ahsan dan Kevin Sanjaya.

Daniel sejatinya berduet dengan Leo Rolly Carnando. Pada partai pertama di Grup A, duet ganda muda Indonesia turun melawan Aljazair dan menang dua gim (21-3 dan 21-11) atas Mohamed Abderrahime Belarbi/Adel Hamek.

Kemudian, pada partai terakhir Grup A Piala Thomas, Daniel turun bersama Mohammad Ahsan saat melawan ganda Taiwan, Lu Ching-yao/Yang Po-han. Lahirnya pasangan Ahsan/Daniel dihadirkan demi strategi oleh kepala pelatih ganda putra RI, Herry Iman Pierngadi.

Kala itu, Herry memberi kebebasan pada Marthin untuk memilih siapa yang bisa mendampinginya turun main. Opsinya ada Marcus Gideon, Hendra Setiawan, Ahsan, atau Leo. Kevin Sanjaya sedang kurang fit.

Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan (depan) dan Hendra Setiawan. Foto: Leonhard Foeger/Reuters

Singkat cerita, Daniel memilih Ahsan. Hasilnya, mereka kalah 20-22, 21-17, 21-23. Skornya cukup ketat. Sampai-sampai, coach Herry menyebut bahwa keduanya hanya kurang beruntung.

"Kurang hoki saja," komentar coach Herry kala itu.

Dan kini, Daniel Marthin mendapat kehormatan mentas di final Piala Thomas 2020. Dia turun sebagai wakil keempat alias ganda kedua untuk melawan China. Pasangannya adalah Kevin Sanjaya.

Hadirnya duet Daniel/Kevin bukan karena keputusan Herry sendiri. Justru, Kevin-lah yang memilihnya usai Marcus Gideon dinyatakan tidak fit.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon saat melawan pemain Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di Thomas Uber Cup. Foto: Yves Lacroix/Badmintonphoto/BWF

"Kevin memilih berpasangan dengan Daniel. Ya sudah, saya putuskan Kevin/Daniel sebagai ganda kedua," jelas Herry.

"Kevin/Daniel juga cocok dari pola permainan. Apalagi saat mendampingi Ahsan melawan Taiwan, Daniel juga main bagus," lanjutnya.

Sebenarnya, Kevin dan Daniel bisa dibilang cukup memiliki chemistry selama di pelatnas. Ketika sesi latihan, keduanya pernah beberapa kali berpasangan.

Jadi, harapannya adalah keduanya tidak akan terlalu canggung untuk menghadapi ganda putra China, Liu Cheng/Wang Yi Lyu. Namun, jika salah satu tim bisa menang 3-0, keduanya berarti tidak akan main di final Piala Thomas.

embed from external kumparan

***

Ikuti survei kumparan Bola & Sport dan menangi e-voucher senilai total Rp 3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveibolasport.