kumparan
19 Oktober 2019 17:21

Denmark Open 2019: Menanti Gelar Perdana Praveen/Melati

Praveen/Melati
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, ganda campuran Indonesia. Foto: Dok. PBSI
Sejak dipasangkan pada Januari 2018, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti belum juga meraih gelar juara. Pada tahun pertama dipasangkan, prestasi terbaik mereka adalah menjadi runner-up India Terbuka 2018.
ADVERTISEMENT
Memasuki tahun kedua, penampilan Praveen/Melati mengalami peningkatan cukup signifikan. Mereka baru saja memastikan diri lolos ke final Denmark Open 2019 usai mengalahkan ganda campuran Taiwan, Wang Chi-Lin/Cheng Chi.
Ini menjadi partai pemungkas kelima bagi pasangan nomor tujuh dunia tersebut. Final Denmark Open 2019 sendiri merupakan final turnamen BWF World Tour Super 750 kedua tahun ini yang mereka jajaki, setelah Jepang Terbuka 2019.
Praveen/Melati selalu gagal menapaki podium tertinggi pada empat kesempatan laga final sebelumnya. Meski begitu, Praveen menyebut dirinya dan Melati tetap punya motivasi tinggi untuk meraih gelar perdana.
“Perasaan kami tentu senang sekali bisa ke final. Ini final level 750 kami yang kedua dan tahun ini kami belum ada gelar juara. Kami bisa membuktikan sampai final dan ini memotivasi kami untuk bisa mengambil gelar di tahun ini,” kata Praveen.
ADVERTISEMENT
Kepercayaan diri Praveen/Melati juga kian meninggi lantaran sukses menang atas ganda campuran nomor satu dunia asal China, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, di perempat final.
Praveen/Melati
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi runner-up India Terbuka 2019. Foto: Dok. PBSI
Momentum kemenangan yang diraih lewat skenario rubber game itu membuat Praveen/Melati melihat kans untuk jadi jawara di Denmark Open 2019 kian terbuka.
“Sebenarnya kami lebih banyak fokus dan komunikasi. Itu yang menjadi kunci kemenangan kami hari ini. Mungkin kami juga lebih siap dari lawan. Kami juga banyak diskusi untuk menghadapi laga hari ini,” ujar Praveen.
“Setelah menang dari unggulan satu kemarin kami merasa peluang semakin terbuka, dan kami tidak mau menyia-nyiakan hal itu. Jadi kami main lebih maksimal lagi,” sambungnya lagi.
Sebagai lawan di partai puncak, Praveen/Melati tinggal menunggu pemenang laga antara Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China) dan Seo Seung Jae/Chae Yujung (Korea Selatan).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan