Deretan Statistik yang Mengiringi GP Abu Dhabi 2018

Sebagai seri terakhir dalam kalendar balap Formula 1 (F1) musim 2018, Grand Prix (GP) Adu Dhabi punya tempat spesial di hati penggemar, juga pebalap. Di Sirkuit Yas Marina itulah gelimang kemewahan prestise balap mobil ini semakin terasa.
"Jumlah suporter begitu besar dan ramai. Suasana matahari tenggelam saat balapan juga menyajikan sebuah keunikan. Apalagi, di trek para pebalap melewati deretan kapal pesiar di sektor terakhir," kata driver andalan Red Bull, Max Verstappen, tentang GP Abu Dhabi dilansir laman resmi F1.
Tak butuh pembuktian dari pebalap, para penggemar F1 pastinya sudah hafal betul keistimewaan balapan di lintasan sepanjang 5,5 km ini. Dimulai sore hari, balapan berlanjut hingga langit berselimut bintang.
Terletak di Pulau Yas, pulau berjarak tempuh 30 menit dari pesisir timur ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, Sirkuit Yas Marina pun menawarkan sensasi mewahnya menonton jet darat melesat dari atas kapal pesiar.
Selain serba-serbi tersebut, ada beberapa statistik menarik yang mengiringi GP Abu Dhabi 2018. Dimulai dengan 21. Angka tersebut merupakan jadwal Abu Dhabi di kalender sekaligus seri terakhir musim ini. Sejumlah itu pula total tikungan yang ada, dengan rincian sembilan tikungan kiri dan 12 tikungan kanan.

Ingin tahu statistik lainnya? Berikut kumparanSPORT merangkumnya, dikutip dari laman resmi Formula 1:
1. Lima (5)
Sudah lima musim berturut-turut GP Abu Dhabi menjadi seri pamungkas kalender balap F1. Tepatnya mulai 2014, podium Sirkuit Yas Marina selalu menjadi perayaan terakhir disemburkannya sampanye para pebalap Top 3.
Meski begitu, GP Abu Dhabi sendiri sudah menjadi penutup seri dalam debutnya di jadwal F1 pada 2009. Status GP pemungkas digantikan oleh GP Brasil hingga 2013.
Nah, lima juga merupakan angka dari total pebalap yang menang di sembilan seri GP Abu Dhabi sejak 2009. Sebastian Vettel (Jerman), Lewis Hamilton (Inggris), Kimi Raikkonen (Finlandia), Nico Rosberg (Jerman), dan Valtteri Bottas (Finlandia) berbagi kemenangan mulai GP Abu Dhabi 2009 hingga 2017. Musim lalu, Bottas yang menggenapkannya menjadi lima nama. Musim ini, bisakah nama baru masuk deretan dan 'merusak' statistik?
2. Tiga (3)
Jumlah ini merupakan kompon ban yang dibawa Pirelli, produsen ban untuk Formula 1, ke Sirkuit Yas Marina. Ketiga jenis itu adalah kategori paling soft, mulai kompon supersoft si ban merah, kompon ultrasoft si ban ungu, dan kompon hypersoft si ban bertanda pink.
Namun, GP Abu Dhabi 2018 sebagai penutup musim 2018 pun menjadi balapan terakhir kemunculan kompon trio tersebut. Pasalnya, deretan ban pelangi alias warna-warni yang identik dengan balap F1 hilang. Tahun depan, hanya tiga warna yang diperbolehkan setiap serinya yakni putih (hard), kuning (medium), dan merah (soft).
Tiga juga menandai jumlah kemenangan terbanyak yang sejauh ini sudah diperebutkan para pebalap. Pemegang jumlah kemenangan terbanyak di GP Abu Dhabi itu (total enam dari sembilan balapan) adalah Sebastian Vettel (2009, 2010, dan 2013) dan Lewis Hamilton (2011, 2014, dan 2016).
4. Lewis Hamilton dan 11
Di Sirkuit Yas Marina pada balapan Minggu, 25 November mendatang, Hamilton mengincar kemenangan ke-11 musim ini. Jika tercapai, pebalap andalan Tim Mercedes menyamai rekor terbaiknya pada 2014 (balapan dengan 19 seri).
Jika nantinya Hamilton tampil di podium tertinggi, juara F1 2018 ini pun mendapat podium ke-17 sepanjang musim. Torehan positif yang sama yang pernah dibukukan pada 2015 dan 2016.
5. Bottas di Antara 20 dan 7
Selama itulah Valtteri Bottas puasa kemenangan. Tepat musim lalu di GP Abu Dhabi, 26 November 2017, Bottas membawa pulang 25 poin buah finis tercepatnya. Dia mengalahkan rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang sudah mengunci gelar juara.
Momen tampil impresif di Yas Marina musim lalu juga menjadi kali terakhir Bottas mencicipi indahnya berdiri di podium tertinggi. 20 seri lewat, mulai GP Australia 2018 hingga GP Brasil 2018, Bottas tak pernah menang.
Masih menyangkut kemenangan, tujuh bukanlah si 'Lucky Seven' bagi Bottas. Tujuh kali dalam 20 seri setelah GP Abu Dhabi 2017 itu, Bottas nyaris menang alias harus puas menjadi runner-up.
6. Kimi Raikkonen dan 13
13 kali ini bisa menjadi angka keberuntungan bagi Kimi Raikkonen. Di GP Abu Dhabi 2018, pebalap Scuderia Ferrari ini punya kesempatan membukukan podium ke-13 musim ini. Jika berhasil, Raikkonen bisa melewati pencapaian terbaik 12 podium pada 2005 dan 2007. Di F1 2007 itu, dialah juaranya.
7. Fernando Alonso dan 311
Fernando Alonso dipastikan menjadi aktor utama di Formula 1 GP Abu Dhabi 2018 --tanpa mendiskreditkan pebalap lain, pun juara dunia Lewis Hamilton. Sebabnya, Alonso akan mengakhiri karier balap F1 di Sirkuit Yas Marina, Minggu (25/11). Nantinya, total 311 balapan bakal telah dilakoninya sejak 2001. Catatan itu ada di bawah rekor Rubens Barrichello dengan 322 GP.
Sepanjang 17 musim melaju di lintasan balap jet darat kelas tertinggi ini, Alonso membukukan 32 kemenangan, 22 pole positions, 97 podium, serta dua gelar juara dunia pada 2005 dan 2006.
Sayangnya, hingga tiba di race GP Abu Dhabi 2018, cela ikut mengiringi catatan karier Alonso. Sang pebalap datang dengan 84 seri berturut-turut tanpa podium sejak GP Hongaria 2014 dan 109 seri berturut-turut tanpa kemenangan sejak GP Spanyol 2013.
