Dewa Kipas vs WGM Irene Kharisma: Dadang Subur Terkubur

kumparanSPORTverified-green

comment
18
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dewa Kipas dan WGM Irene Kharisma. Foto: dok Ali Akbar & Instagram/@irene_sukandar
zoom-in-whitePerbesar
Dewa Kipas dan WGM Irene Kharisma. Foto: dok Ali Akbar & Instagram/@irene_sukandar

Laga catur Dewa Kipas vs WGM Irene Kharisma yang ditunggu-tunggu publik akhirnya terlaksana. Langsung dari studio podcast Deddy Corbuzier, Senin (22/3), hasil dari pertandingan persahabatan ini adalah si pemilik nama asli Dadang Subur takluk.

Duel ini turut dikomentari oleh GM Susanto Megaranto dan WIM Chelsie Monica. Hendry Jamal dari Percasi menjadi inspector laga ini.

Laga ini diklaim tiga tokoh di atas sebagai laga catur offline pertama selama pandemi corona. Protokol kesehatan amat diperhatikan.

Setiap peserta tanding 4 babak (2 kali putih, 2 kali hitam). Waktu berpikir 10 menit. Jika imbang 2-2, laga masuk babak sudden death. Jika remis lagi, menang hitam.

Babak 1 Dewa Kipas vs WGM Irene Kharisma

Bidak catur (Ilustrasi). Foto: Pixabay

Pemilihan warna bidak pertama ditentukan lewat pengundian. Hasilnya, Irene putih dan Dewa Kipas hitam.

Irene memulai laga dengan memajukan pion e4 dan d4. Sementara itu, Dewa Kipas memakai pertahanan Caro Kann.

Setelah beberapa langkah, pergerakan kuda ke e5 dilakukan Irene untuk melakukan inisiatif serangan. Ia tampak tak sabar untuk menumbangkan Dewa Kipas. Dewa Kipas merespons juga dengan memasukan kudanya ke e4.

Untuk sementara, Irene lebih berkembang dengan mengaktifkan banyak bidak. Dewa Kipas lebih banyak bertahan dengan tidak menunda menggerakkan kuda dan bidak non-pion.

Dewa Kipas lalu melakukan blunder dan Irene memakan gajah (luncur) Dewa Kipas dengan menteri (ster). Irene Kharisma di atas angin. Pada akhirnya, Dewa Kipas menyerah di babak pertama.

"Kedua belah pihak sangat berhati-hati, Pak Dadang [Subur] akhirnya keserimpet sendiri, blunder," kata Hendry Jamal.

Babak 2 Dewa Kipas vs WGM Irene Kharisma

Ilustrasi catur. Foto: Pixabay

Dewa Kipas (putih) memulai dengan kuda d4. Dewa Kipas kembali menjaga gajahnya. Irene juga memajukan kudanya dan beberapa pion.

Kedua pemain berhati-hati. Mereka sama-sama mengamankan raja dengan langkah switch dengan benteng. Dewa Kipas tampak begitu sering menggerakkan kudanya. Ia lalu menyerang dengan memajukan pion ke f4.

Irene lebih berkembang karena telah mengembangkan semua bidak non-pion. Laga berlanjut ke middle game. Irene lalu menyerang dengan kuda e4.

Irene menggebrak dengan memakan kuda Dewa Kipas, lalu menteri Dewa kipas memakan kuda itu. Namun, Dewa Kipas punya keunggulan kuda di e5. Mereka masih imbang.

Dewa Kipas mampu menekan Irene dengan memaksanya lebih banyak berpikir. Pak Dadang unggul waktu. Walau begitu, dari segi pemosisian, Irene lebih unggul.

Irene menggebrak dengan ancaman mati dari menteri di h2. Ia mengancam menteri dan gajah Dewa Kipas sekaligus. Pak Dadang mencoba bertahan, tetapi akhirnya kembali menyerah karena blunder.

Dari dua babak ini, Irene terlihat lebih agresif. Sementara itu, Dewa Kipas lebih bertahan.

Babak 3 Dewa Kipas vs WGM Irene Kharisma

Ilustrasi catur. Foto: rawpixel on Unsplash

Tiga langkah Irene adalah memajukan pion. Ia coba mengembangkan buah-buah perwira agar keluar semua. Dewa Kipas sudah menggerakkan kudanya. Gajah di c8-nya kembali tertahan.

Setelah beberapa langkah, ia menggerakkan gajah ke b7. Dewa Kipas berusaha lebih agresif kali ini.

Usai beberapa pergerakan, Dewa Kipas cukup bagus. Akan tetapi, ia kembali melakukan blunder. Kuda Irene mengancam menteri, gajah, dan benteng sekaligus.

Irene lalu memberi ancaman mati pada menteri Dewa Kipas. Dewa Kipas masih berusaha bertahan, tetapi beberapa blunder kembali terjadi. Dan akhirnya, Dadang Subur menyerah.

***

embed from external kumparan