Di Atas Ring Tinju, Mayweather Memang Lebih "Pintar" dan Kuat

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pukulan telak Mayweather buat McGregor T.K.O. (Foto: REUTERS/Steve Marcus)
zoom-in-whitePerbesar
Pukulan telak Mayweather buat McGregor T.K.O. (Foto: REUTERS/Steve Marcus)

Pertarungan termahal dan terfenomenal tahun ini sudah selesai. Pertarungan di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (27/8/2017) siang WIB, antara Conor McGregor versus Floyd Mayweather Jr. telah berakhir di ronde ke-10. Siapa lagi kalau bukan Mayweather yang jadi pemenangnya.

Di ring tinju, tempat kesukaannya, Mayweather menang TKO atas McGregor. McGregor yang seorang amatir di ring tinju, sebenarnya mampu mengimbangi Mayweather pada tiga ronde pertama. Bahkan dia memenangi ronde pertama atas Mayweather.

X post embed

Hanya saja, setelah tiga ronde itu stamina atlet Mixed Martial Arts (MMA) asal Irlandia itu mulai menurun. Dia mulai kepayahan dan Mayweather yang tak terburu-buru sejak awal justru bisa mengambil kendali pertarungan. Pukulan-pukulan Mayweather tetap konsisten dan efisien setelah pertarungan melewati ronde ketiga.

Sementara McGregor sudah tak berdaya, pukulannya sudah tak efisien lagi. Di ronde kesembilan dia sudah terlihat kehabisan stamina dan bahkan lebih kerap terlihat merangkul Mayweather dibanding memukulnya. Hingga pada akhirnya di ronde 10, pukulan tangan kanan Mayweather membuat McGregor terpojok dan pertandingan dihentikan.

Walau menang TKO, Mayweather mengatakan kalau McGregor melakukan perlawanan yang tak sesuai prediksinya. Mayweather menyangka McGregor akan lebih buruk lagi, tapi ternyata legenda UFC itu mampu memberikan perlawanan berarti walau hanya di tiga ronde awal. Tapi jelas, kedigdayaannya sebagai salah satu petinju terbaik di era modern sudah tak perlu diragukan lagi.

"Dia adalah lawan yang tangguh dan kami telah memberi apa yang ingin fans lihat --saya berutang pada mereka (fans) untuk pertarungan lawan Manny Pacquaio," ujar Mayweather dilansir The Guardian.

Mayweather menjuarai pertandingan tinju dunia. (Foto: REUTERS/Steve Marcus)
zoom-in-whitePerbesar
Mayweather menjuarai pertandingan tinju dunia. (Foto: REUTERS/Steve Marcus)

Petinju berusia 40 tahun itu juga mengatakan kalau dia sudah memprediksi kalau McGregor akan menggebu-gebu dari awal dan karena itu dia tetap menjaga tempo. Berkat strategi itulah Mayweather pada akhirnya berhasil memenangkan pertarungan ini.

"Dia (McGregor) jauh lebih baik dari yang saya duga, dia adalah lawan yang kuat, tapi saya adalah orang yang lebih baik. Rencana permainan saya adalah untuk menjaga tempo, datang kepadanya, membiarkan dia menembakkan pukulannya terus-menerus, dan membawanya keluar di akhir pertarungan," kata dia.

"Di MMA, dia bertarung 25 menit dengan keras, dan setelah 25 menit dia mulai melambat. Saya menjamin kepada semua orang bahwa (pertarungan) ini tidak akan melangkah terlalu jauh. Reputasi tinju (pertarungan) tetap berada di jalurnya," pungkasnya.