Dua Kemenangan Pastikan Indonesia Raih Tiket Semifinal

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain bulu tangkis Indonesia, Hanna Ramadini. (Foto: Wahyu Putro A./ANTARA)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain bulu tangkis Indonesia, Hanna Ramadini. (Foto: Wahyu Putro A./ANTARA)

Hanna Ramadini sukses membalikkan keadaan untuk Indonesia. Setelahnya, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani berhasil memastikan kemenangan 3-1 Indonesia atas India. Indonesia pun lolos ke babak semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2018.

Di Alor Setar, Kedah, Malaysia, Indonesia memperebutkan satu tiket semifinal dengan India. Pada pertandingan pertama, Indonesia, yang diwakili oleh Fitriani sebagai pemain tunggal, menelan kekalahan. Namun, kekalahan Fitriani berhasil dibalas oleh duet Greysia Polii/Apriyani Rahayu, membuat skor berubah menjadi 1-1.

Kemenangan Greysia/Apriyani itu kemudian dilanjutkan oleh Hanna Ramadini. Pada pertandingan yang berlangsung Jumat (9/2/2018) siang WIB, Hanna mengalahkan tunggal India, Sri Krishna Priya Kudaravalli, dengan skor 21-8 dan 21-15.

Pada gim pertama, Hanna pun sudah mengemas keunggulan 11-4 saat interval laga. Berikutnya, Hanna menambah poin demi poin tanpa perlawanan berarti. Dengan mudah, ia menyegel keunggulan 13-4, 18-5, dan menutup gim pertama dengan skor 21-8.

Pada gim kedua, Hanna sempat kehilangan poin awal dan tertinggal 3-5. Kendati begitu, Hanna masih bisa mengubah kedudukan dan berbalik unggul 11-7 di interval. Pada akhirnya, gim kedua ditutup dengan keunggulan 21-15 sekaligus membuat Indonesia unggul 2-1.

Usai pertandingan, Hanna, yang pernah mengalahkan Kudaravalli di India Terbuka —selevel Grand Prix Gold— pada 2017, menyebut bahwa pengalaman itu memberinya keuntungan.

“Saya sudah pernah ketemu lawan, jadi saya sudah tahu permainan dia seperti apa dan rasanya jadi percaya diri saja,” kata Hanna seperti dilansir situs resmi PBSI.

"Di gim pertama saya memang bermain tenang. Namun, pada gim kedua maunya buru-buru selesai. Jadi, saya banyak mati-mati sendiri,” imbuhnya.

Pada pertandingan keempat, pasangan ganda putri Anggia/Ni Ketut berhasil melanjutkan tren positif Indonesia dan membungkam pasangan dadakan India, Pusarla Sindhu/Sanyogita Ghorpade, lewat kemenangan 21-9 dan 21-18 selama 32 menit.

Anggia/Ni Ketut (Foto: Dokumentasi PBSI)
zoom-in-whitePerbesar
Anggia/Ni Ketut (Foto: Dokumentasi PBSI)

Melakoni gim pertama, Anggia/Ni Ketut sukses mengoleksi keunggulan 11-4 di interval. Poin yang terus direngkuh membuat skor berubah jauh dari 15-5, 16-7, hingga akhirnya Indonesia unggul dan menutup gim pertama dengan skor 21-9.

Pada gim kedua, Anggia/Ni Ketut sempat tertinggal tipis 10-11 di interval, tetapi masih mampu menjaga pola permainan. Skor kemudian berubah menjadi 12-12. Anggia/Ni Ketut pada akhirnya mampu mencuri angka dan berbalik unggul 18-16.

Poin demi poin didapatkan Anggia/Ni Ketut di menit-menit krusial gim kedua hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor akhir 21-18.

Di babak semifinal, Indonesia akan melawan Jepang yang sebelumnya menghantam Taiwan dengan skor 3-0. Kemenangan Jepang itu didapatkan lewat para andalannya, yakni Akane Yamaguchi (21-9 dan 21-12), Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (21-13 dan 21-14), serta Nozomi Okuhara (21-17 dan 21-19).