kumparan
4 Desember 2019 9:49

Emas SEA Games 2019 Sudah, Vidya Rafika Bidik Olimpiade 2020

PTR, Atlet Menembak Indonesia, Vidya Rafika
Atlet Menembak Indonesia, Vidya Rafika di Venue Menembak di Manila, Filipina, Selasa (3/12). Foto: Dok. NOC Indoensia
Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba menjadi salah satu atlet yang berhasil menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2019. Vidya meraihnya lewat cabang olahraga menembak pada Selasa (3/12/2019).
ADVERTISEMENT
Turun pada nomor Air Rifle 10m putri di Marine Corps Training Center, Vidya memiliki skor akhir 249,9. Angka ini tak berada jauh dengan wakil Singapura, Ho Xiu Yi, yang meraih perak usai memetik skor akhir 248,2.
Keberhasilan meraih emas ini terasa kian spesial karena didapatkan pada SEA Games pertama sosok berusia 18 tahun tersebut. Vidya pun sekaligus mampu menjawab target emas yang diberikan oleh PB Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia).
"Di SEA Games perdana dapat emas perasaannya excited, bahagia, dan puas. Saya sendiri menargetkan emas dan target dari federasi pun sudah terpenuhi," kaya Vidya saat dihubungi kumparanSPORT.
Atlet Menembak Indonesia, Vidya Rafika
Atlet Menembak Indonesia, Vidya Rafika di Venue Menembak di Manila, Filipina, Selasa (3/12). Foto: Dok. NOC Indoensia
Vidya tak lantas berpuas diri usai menorehkan prestasi manis di multiajang se-Asia Tenggara ini. Ada target lebih besar yang tengah ia buru yakni Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.
ADVERTISEMENT
Vidya sendiri sudah menggenggam tiket ke pesta olahraga terbesar sejagat sejak November lalu ketika mentas di Kejuaraan Menembak Asia 2019. Pada ajang kualifikasi menuju Olimpiade 2020 itu, Vidya melewati batas Minimum Qualification Score (MQS) Asia, yakni 625, dengan nilai 625,4.
"Untuk target selanjutnya emas Olimpiade 2020 di nomor yang sama. Saya optimistis bisa melawan mereka-mereka yang sudah biasa tampil di Olimpiade," tuturnya.
"Persiapannya sendiri sudah dilakukan sejak lama, sejak tahun lalu sampai sekarang untuk nanti di 2020. Artinya sudah latihan 2 tahun untuk ke sana," pungkas Vidya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan