Emma Raducanu, Calon Superstar Tenis yang Bakal Jadi Ratu Endorse Dunia
·waktu baca 3 menit

Emma Raducanu sedang viral namanya usai menjuarai US Open 2021. Beberapa pihak memprediksi petenis Inggris Raya itu akan meraup banyak keuntungan finansial dari endorse.
Raducanu mengantongi setidaknya hadiah sebesar USD 2,5 juta (sekitar Rp 35 miliar) karena berhasil menjuarai US Open 2021. Agen bakat Jonathan Shalit memperkirakan bahwa pendapatannya di luar lapangan berpotensi akan melampaui petenis Jepang, Naomi Osaka; dan superstar AS, Serena Williams.
“Saya yakin dia akan menjadi bintang olahraga wanita Inggris pertama bernilai 150 juta pounds (sekitar Rp 2,9 triliun). Dan dia bisa menjadi bintang olahraga wanita terbesar di dunia,” kata Shalit dikutip dari The Sun.
Sementara, konsultan sponsor dan pemasaran bernama Nigel Currie meyakini bahwa Raducanu bisa menjadi magnet marketing. Ia bahkan mengeklaim bahwa batasan bagi petenis 18 tahun itu adalah langit.
Currie mengatakan bahwa Raducanu memiliki keunikan untuk brand di Inggris karena sebelumnya Inggris tidak memiliki juara Grand Slam wanita selama lebih dari 40 tahun. Sejauh ini, petenis keturunan Rumania-China itu sudah memiliki kesepakatan produk pakaian dan sepatu dengan Nike serta raket dengan Wilson.
"Dia sangat menarik, sangat cerdas. Dia menjawab pertanyaan dengan baik. Dia mengatakan hal yang benar dari sudut pandang pemasaran, itu adalah impian," jelas Currie kepada BBC.
"Sebagian besar bintang top memiliki enam atau tujuh kesepakatan sponsorship. Akan ada kesepakatan besar, mega, mereka semua (bintang tenis top) memilikinya," tambahnya.
Raducanu kini juga muncul di majalah Vogue edisi Oktober. Menurut Currie, setelah itu, brand pakaian akan berebut tanda tangannya.
Pengacara industri olahraga Trevor Watkins dari Pinsent Masons juga berkomentar soal Emma Raducanu. Ia mengatakan bahwa petenis kelahiran Kanada itu bisa sukses besar asal memiliki tim yang kuat di belakangnya.
"Kekuatan kepribadian untuk mendorong nilai adalah faktor besar baginya, tetapi hal yang sulit adalah memastikan dia membuat pilihan yang tepat," terangnya.
"Brand tidak akan membayar satu juta USD tanpa komitmen kembali, tetapi dia akan dapat memilih dengan siapa dia ingin bergaul sekarang," lanjutnya.
Untuk saat ini, Raducanu tampaknya telah bekerja sama dengan sosok yang tepat. Sebab, manajernya adalah Max Eisenbud, wakil presiden tenis di raksasa hiburan IMG, yang pernah membantu Maria Sharapova mendapatkan 234 juta pounds (sekitar Rp 4,6 triliun) dari dalam dan luar lapangan.
Ada lagi pendapat dari pakar bernama Tim Crow. Menurut konsultan pemasaran olahraga yang menasihati Coca-Cola tentang sponsor sepak bola selama dua dekade itu, Emma Raducanu bahkan sudah membuat dirinya 'seksi' di mata brand dari sejak perjalanannya menuju final US Open 2021.
“Saya belum mendapat banyak panggilan dari klien, merek besar, yang tertarik padanya sejak Lewis Hamilton menerobos di Formula 1. Jika dia juara, dia akan menjadi salah satu properti terpanas di olahraga Inggris, jika bukan yang paling panas,” katanya sebelum final US Open 2021.
Crow justru mengatakan kepribadian multikultural Raducanu menjadi keuntungan tersendiri. Ia lahir di Kanada dari orang tua dari Rumania dan China dan merupakan produk dari sistem tenis Inggris. Menurutnya, itu nilai emas komersial.
“Sejauh menyangkut daya tarik merek, saya pikir Anda dapat membandingkan paralel dengan Naomi Osaka [lahir di Jepang dari ayah Haiti dan ibu Jepang dan dibesarkan di AS],” kata Crow.
“Karena aspek multikultural dari asal-usulnya, dia mampu bergema di banyak pasar. Dia adalah warga negara dunia, dia memiliki daya tarik yang jauh melampaui pemain tenis wanita kelas menengah kulit putih Inggris,” lanjutnya.
Untuk saat ini, menurut Forbes, Osaka adalah atlet wanita dengan bayaran tertinggi di dunia dan memiliki total pendapatan 37,4 juta USD (sekitar Rp 533 miliar). Ia memiliki total 15 sponsor perusahaan.
Mampukah Raducanu melewatinya? Patut dinantikan.
