Estafet 4x100 Meter Putra dan Putri Segel Emas di 'Test Event' Atletik

Indonesia mendapat dua emas di Invitation Tournament cabang olahraga atletik hari keempat. Torehan ini semuanya disumbang dari nomor lari estafet 4 x 100 meter putra dan putri.
Tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (14/2/2018), emas pertama lebih dulu disumbang oleh tim putri. Akan tetapi, hasil ini bukan didapat dari perlombaan, pasalnya hanya Indonesia peserta di nomor putri.
Otomatis, tim putri yang terdiri dari Jeany Nuraini Amelia Agreta, Yuliana, Tyas Murtiningsih, dan Lusiana Satriani membawa pulang emas dengan catatan waktu selama 46,42 detik.
Usai tampil, Yuliana sendiri mengaku bahwa persiapan timnya baru satu bulan sebelum test event. Selama itu, ia dan rekan lainnya berlatih dua kali sehari. Sementara soal venue, Yuliana berujar trek sudah bagus dan aman.
"Harapan kami, sih, ke depan bisa lebih baik dan bisa pecahkan rekornas. Hasil hari ini kami puas, tapi kami berharap ada lapangan indoor karena sekarang musim hujan, jadi tadi kami pemanasan kena hujan," ungkap Yuliana kepada wartawan.
"Untuk target ke depan bisa pecah rekor nasional dan try out agar lebih percaya diri lagi. Kalau saingan terberat dari China, Thailand, dan Jepang. Sebelumnya kami belum pernah ketemu," pungkasnya.

Sementara di nomor estafet 4 x 100 meter putra, Indonesia merengkuh emas usai kalahkan Sri Lanka dan Malaysia. Tim 'Merah-Putih' yang terdiri dari Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Yaspi Boby ini mencetak waktu selama 39,07 detik.
Perak sendiri direbut Sri Lanka lewat penampilan Ashrafu ACM dan kolega yang finis dengan waktu 39,71 detik. Di tempat ketiga, perunggu didapat Muhammad Haiqal Hanafi cs asal Malaysia yang finis 39,91 detik.
Di tempat keempat, tim Taiwan menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 40,06 detik sementara tim India tidak mampu menyelesaikan lomba.
Usai menyegel emas, Fadlin dan kawan-kawan pun mengaku sangat puas dengan hasil waktunya. Meski ada satu pemain baru yakni Lalu, Fadlin berujar akan terus mengejar rekor 39,05 detik.
"Untuk hari ini lumayan lancar karena persiapan sudah lama. Waktunya bagus. tinggal 0,02 detik lagi dari rekor. Sekarang tinggal masalah kekompakan, masih cari mana formasi terbaik termasuk siapa pelari pertama," beber Fadli.
"Sri Lanka (perak) sendiri lari bagus, ya, perorangannya, tapi kalau ini 'kan kerja sama tim. Mereka bagus, tapi kami lebih kompak," ujarnya mengakhiri.
