Fauzi Purwo Sempat Sakit-sakitan Sebelum Dapat Emas di Kejuaraan Para Atletik

kumparanSPORTverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atlet lempar lembing Indonesia, Fauzi Purwolaksono (kanan), bertemu Dubes RI untuk Tunisia. Foto: Instagram @fauzi.purwo
zoom-in-whitePerbesar
Atlet lempar lembing Indonesia, Fauzi Purwolaksono (kanan), bertemu Dubes RI untuk Tunisia. Foto: Instagram @fauzi.purwo

Fauzi Purwolaksono jadi salah satu atlet yang sukses sumbang medali untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia Para Atletik (World Para Athletics Grand Prix 2025) yang digelar di Tunisia. Turnamen tersebut digelar pada 17 hingga 19 Juni lalu.

Total, Indonesia meraih 17 medali pada ajang tersebut. Fauzi yang mentas di cabang lempar lembing bercerita soal kisahnya meraih medali emas di ajang tersebut.

Fauzi sempat menderita sakit jelang turnamen tersebut. Namun, tekadnya yang besar membuat dirinya kuat dan mampu raih prestasi medali emas. Apalagi, kejuaraan ini jadi ajang cari poin untuk menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

“Perjuangannya sangat luar biasa. Lika-liku perjuangan saat latihan, demam, sakit-sakitan, itu luar biasa. Cuma enjoy. Ini kan poin pertama yang harus kita rebut,” ucap Fauzi kepada kumparan.

Atlet lempar lembing Indonesia, Fauzi Purwolaksono, bersama rekan-rekannya. Foto: Instagram @fauzi.purwo

“Nanti ada progres [berikutnya] Kejuaraan Dunia [di India] yang harus lebih keras lagi. Soalnya lawan-lawan yang terbaik itu nanti keluar lagi. Ini kan poin untuk kita menuju Paralimpiade LA. Saya hanya bisa berusaha dan berdoa,” tambahnya.

Kejuaraan yang dimaksud Fauzi adalah The Para Athletics World Championships yang bakal digelar di New Delhi, India, selama 26 September-5 Oktober 2025. Kalau bisa mendapat medali terutama emas, poin yang didapat akan lebih besar dari kompetisi di Tunisia lalu dan akan menjadi modal berharga ke Paralimpiade 2028.

Adapun pada Paralimpiade 2024, Fauzi cuma finis di posisi enam klasemen. Lemparan terbaik Fauzi di angka sejauh 45,66 meter di percobaan kelima.