'For All We Know': Penghormatan Paripurna untuk Kobe Bryant di NBA All-Star 2020

17 Februari 2020 16:42 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penggemar menatap mural dengan wajah Kobe Bryant dan putrinya Gianna di Microsoft Square, Los Angeles. Foto: REUTERS/Kyle Grillot
zoom-in-whitePerbesar
Penggemar menatap mural dengan wajah Kobe Bryant dan putrinya Gianna di Microsoft Square, Los Angeles. Foto: REUTERS/Kyle Grillot
ADVERTISEMENT
Untuk Kobe Bryant, kami semua mengenang dan mendoakanmu di NBA All-Star 2020. Terima kasih dan selamat jalan. Rest in Peace, Mamba Out.
ADVERTISEMENT
"For all we know. We may never meet again. Before you go, make this moment sweet again. We wont say good night, until the last minute. I'll hold out my hand and my heart will be in it."
Jeniffer Hudson, penyanyi kondang asal Chicago, Amerika Serikat, itu membikin semua yang menghadiri puncak acara NBA All-Star 2020 di United Center, Senin (17/2) pagi WIB, larut dalam duka dengan lantunan lagu lawas berjudul 'For All We Know' milik Donny Hathaway.
Mereka berduka (lagi) akan kenyataan bahwa legenda NBA dan LA Lakers, Kobe Bryant, telah meninggal dunia pada 26 Januari lalu dalam kecelakaan helikopter bersama putrinya, Gianna Maria-Onore, dan tujuh korban lain.
Sajian dari Jeniffer adalah bagian dari penghormatan NBA kepada Bryant. Potret-potret Bryant dan Gianna pun menghiasi latar belakang panggung dan layar besar di atas arena ketika lagu 'For All We Know' itu dinyanyikan.
ADVERTISEMENT
Sebelum Jennifer tampil, Magic Johson lebih dulu naik panggung bersama semua anggota Tim LeBron James dan Tim Giannis Antetokounmpo. Ia membuka perang pebasket bintang dunia itu dengan mengisahkan kenangan tentang Bryant.
"Untuk terakhir, saya meminta kalian semua (yang ada di arena) diam selama delapan detik untuk Kobe Bryant," begitu kata Johson pada penutup sambutannya.
Penonton memakai gelang menyala saat menyaksikan NBA All-Star 2020 di United Center. Foto: Aditia Rizki Nugraha/kumparan
NBA juga menyediakan gelang menyala di setiap tempat duduk dan bisa mereka atur warna apa yang dinyalakan. Ketika pidato Johnson serta penampilan Jeniffer, gelang menyala dengan warna ungu dan emas: Merepersentasikan warna Lakers sebagai satu-satu tim NBA yang dibela Bryant.
Tak cuma itu, NBA juga mewujudkan janji mengubah format pertandingan juga kostum para pemain menjadi hanya mengenakan nomor punggung 24 dan 2 sebagai penghormatan untuk Bryant dan Gianna.
ADVERTISEMENT
Puncak dari penghormatan ini adalah munculnya Kawhi Leonard sebagai pemain pertama yang diganjar gelar NBA All-Star Game Kobe Bryant MVP. Trofi pemain terbaik All-Star yang diubah namanya oleh NBA secara permanen terhitung per edisi 2020.
"Bisa meraih trofi bertulisakan Kobe Bryant, kemudian menyimpannya di lemari piala saya adalah sesuatu yang spesial. Bagi saya dia adalah inspirasi," ujar Leonard di konferensi pers usai laga All-Star.
Fragmen penghormatan untuk Bryant sebetulnya sudah tersaji di rangkaian NBA All-Star hari sebelumnya. Dwight Howard, misalnya, mentas di slam dunk contest dengan kostum Superman ikoniknya plus menempelkan angka 24 di dadanya.
Foto Kobe Bryant dan Gianna yang dikelilingi bunga dipajang di Microsoft Square dekat Staples Center, Los Angeles. Foto: REUTERS/Kyle Grillot
Hampir semua pemain yang dijumpai kumparanSPORT selama media day atau di kesempatan wawancara lain juga satu suara. Mereka ingin menggunakan momen NBA All-Star 2020 sebagai penghormatan untuk Bryant.
ADVERTISEMENT
Pun bagi Komisioner NBA, Adam Silver. Baginya, Bryant bukan sekadar mantan pemain di liga basket yang ia pimpin, tapi juga sebagai sosok untuk membuat NBA dan basket menjangkau lebih banyak negara.
Pada akhirnya, NBA All-Star 2020 yang dibalut penghormatan untuk Kobe Bryant berakhir. Namun, sosoknya akan selalu lekat di ingatan lewat trofi All-Star MVP serta nomor 8 dan 24 yang tergantung di langit-langit di kandang Lakers, Staples Center.