Francis Ngannou Rugi Rp 100 M karena Bersitegang dengan Bos UFC

27 Januari 2022 11:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Francis Ngannou. Foto: Jeff Bottari/Zuffa LLC via Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Francis Ngannou. Foto: Jeff Bottari/Zuffa LLC via Getty Images
ADVERTISEMENT
Francis Ngannou dan Dana White belum menemui kesepakatan soal kontrak di UFC. Kekisruhan ini bahkan membuat The Predator merugi hingga Rp 100 miliar.
ADVERTISEMENT
Ngannou baru saja berhasil mengukuhkan dirinya sebagai juara kelas berat tak terbantahkan. Petarung Kamerun itu mengalahkan Ciryl Gane, sang juara interim, di UFC 270 pada Minggu (23/1).
Dana White sepertinya tak menyukai hasil tersebut. Usai laga, ia menolak untuk mengenakan sabuk juara ke pinggang Ngannou dan tak menghadiri konferensi pers.
Petarung MMA, Francis Ngannou. Foto: FRANCK FIFE / AFP
Hal ini ada hubungannya dengan masalah kontrak. Pasalnya, kontrak Ngannou akan berakhir tahun ini, namun ada klausul juara dalam kontraknya yang membuatnya bertahan di UFC hingga 2023.
Perseteruan Ngannou dan White tak terlepas dari masalah bayaran. Sang petarung sudah tak ingin lagi berduel untuk USD 600 ribu (setara Rp 8,6 miliar) dan ingin bisa bertinju sekaligus menjalani kariernya di MMA.
ADVERTISEMENT
"Bahkan ketika mereka mencoba untuk mencapai kesepakatan, mereka keluar dengan jumlah uang yang bagus, tetapi pada titik ini, itu tidak masalah," kata Ngannou dikutip dari talkSPORT.
"Saya meninggalkan semua itu di atas meja. Saya mengambil Rp 8,6 miliar saya, saya pergi ke sana, saya melakukan ini, dan saya memenangi segalanya," tambahnya.
Petarung MMA, Francis Ngannou. Foto: GREG BAKER / AFP
Ngannou mengaku telah kehilangan Rp 100 miliar dari kerja samanya dengan UFC. Selain itu, ia merasa terperangkap dengan kontrak yang ada karena tak leluasa.
“Saya meninggalkan lebih banyak di atas meja. Secara keseluruhan, saya telah meninggalkan banyak uang di atas meja bahkan sejak pertarungan Stipe [Miocic]. Sekarang, saya mungkin kehilangan USD 7 juta [setara Rp 100 miliar] yang saya tinggalkan di atas meja," tutur Ngannou.
ADVERTISEMENT
“Ini adalah masalahnya. Kebebasan tidak bekerja dengan uang. Anda menyerah pada satu hal untuk mendapat yang lain. Apakah Anda menginginkan kebebasan, atau Anda menginginkan uang," tandasnya.