Gelar Juara Petinju Wanita Ini Dicabut karena Kelebihan Berat Badan
·waktu baca 2 menit

Shannon Courtenay menelan pengalaman pahit dalam karier tinjunya. Pasalnya, gelar juara dunia kelas bantam miliknya harus dicabut hanya karena ia kelebihan berat badan.
Petinju 28 tahun itu harusnya melakoni duel mempertahankan gelar pertamanya melawan Jamie Mitchell pada Sabtu (9/10). Namun, ia gagal menyesuaikan beratnya.
Pada Jumat (8/10) malam waktu setempat, Courtenay mencatat berat 120,5 pon (54,6 kg), itu 2,5 pon (1,1 kg) lebih berat dari batas kelas bantam, yakni 118 pon (53,5 kg).
WBA memberi Courtenay waktu dua jam untuk mengurangi beratnya. Akan tetapi, Matchroom Boxing kemudian mengkonfirmasi gelar juara kliennya telah dicabut.
Eddie Hearn selaku promotor berharap adu jotos tersebut masih bisa diselenggarakan sesuai rencana, memberikan Courtenay kesempatan untuk mempertahankan gelarnya.
Courtenay mengaku ia telah mempersiapkan segalanya dengan baik dan berat badannya pun berada di angka yang tepat. Namun, siklus menstruasi telah mengubahnya.
"Kami tidak memiliki masalah berat badan selama pelatihan dan sepanjang minggu saya berada di tempat yang baik dan sangat siap," kata Courtenay dikutip dari The Sun.
"Kami memiliki berat badan dan siap untuk pergi kemarin dan kemudian tadi malam, secara tak terduga, siklus menstruasi saya mulai, untuk alasan yang jelas, membuat wanita bertambah gemuk," tambahnya.
Courtenay memiliki rekor 7-1 sepanjang karier profesionalnya. Ia berhasil meraih gelar kelas bantam WBA setelah menaklukkan Ebanie Bridges pada April lalu.
"Untuk mengatakan saya hancur adalah pernyataan yang meremehkan karena ini belum pernah terjadi sebelumnya. Saya selalu profesional, tetapi ini secara fisik di luar kendali saya," tutur Courtenay.
"Itu sudah terjadi dan saya tidak bisa mengubahnya, tetapi yang bisa saya lakukan adalah pergi ke sana besok malam, meraih kemenangan dan mendapatkan sabuk saya kembali setelahnya. Saya mematikan sekarang, saya harus berjuang untuk bersiap," pungkasnya.
