GP Azerbaijan: Sirkuit Jalanan Paling Menantang

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyelenggaraan balap F1 di Sirkuit Baku, Azerbaijan. Foto: Dok. Formula 1
zoom-in-whitePerbesar
Penyelenggaraan balap F1 di Sirkuit Baku, Azerbaijan. Foto: Dok. Formula 1

Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Azerbaijan memang baru digelar di Sirkuit Baku pada 2017. Meski berstatus 'anak kemarin sore', GP Azerbaijan punya segudang kelebihan.

Utamanya karena Sirkuit Baku adalah satu dari lima sirkuit jalanan (street circuit) dalam 21 seri balapan F1 musim ini. Selain itu, GP Azerbaijan punya trek terpanjang kedua di kalender F1 setelah GP Belgia.

Sepanjang lintasan Sirkuit Baku, pebalap dan jutaan pasang mata penonton di layar kaca tak hanya disuguhi panorama Baku Boulevard, tapi juga bakal disuguhi bangunan-bangunan tua dan bersejarah.

Ada apa lagi di GP Azerbaijan? Coba cek rangkuman dari kumparanSPORT berikut ini.

1. Trek Jalanan Tercepat dan Tersempit

Tentu saja, membicarakan GP Azerbaijan tidak akan bisa lepas dari membicarakan sirkuitnya. Sebagai trek terpanjang kedua sepanjang 6,003 km, trek lurus sepanjang 2 km di Sirkuit Baku bisa membuat mobil menorehkan top speed 360 hingga 366 km/jam --yang tercepat di kelas street circuit.

Mau melihatnya atraksi utama? Grandstand Absheron adalah tempat yang cocok untuk melihat para driver melintasi trek lurus panjang dengan zona DRS sebelum masuk ke Tikungan 1 dengan belokan tajam 90 derajat.

Selain mampu membuat para pebalap melesat, Sirkuit Baku juga menantang dengan adanya belokan sempit dari Tikungan 8 hingga 12. Yang tersempit di sektor tersebut selebar 7,6 m --sekaligus memegang rekor belokan tersempit di kalender Formula 1.

Salah satu tikungan di Sirkuit Baku. Foto: Dok. Formula 1

Membandingkan dengan lebar mobil balap yang mencapai 2 m, sektor tersebut dipastikan menuntut fokus dan kejelian dari para pebalap.

"Baku berbeda dengan sirkuit jalanan lain karena ada banyak tempat untuk menyalip. Tapi yang paling sulit di Baku adalah braking karena ini sirkuit yang cepat," kata Daniel Ricciardo dilansir situsweb F1.

2. Expect The Unexpected

Selama penyelenggaraan F1 di Sirkuit Baku, trek dengan 20 tikungan ini berhasil menyulitkan tim dan pebalapnya. Situsweb F1 menyebut GP Azerbaijan sulit diprediksi, hal itu juga diamini oleh Bos Mercedes, Toto Wolff.

"Race di Baku sulit diprediksi. Sirkuitnya menantang, di mana para pebalap harus percaya diri untuk menemukan ritme yang tepat. Karena ini sirkuit jalanan, sekali lagi kita harus membayangkan hal-hal yang berada di luar harapan," kata Wolff dalam artikel resmi F1.

Yang paling fenomenal, tentu saja GP Azerbaijan 2017, balapan penuh drama mulai penalti Sebastian Vettel usai berduel dengan Lewis Hamilton hingga kemenangan Ricciardo buah menyalip tiga pebalap di pengujung race.

Tahun lalu, GP Azerbaijan juga tak luput dari insiden. Ada tabrakan duo Red Bull, Ricciardo dan Max Verstappen, hingga kesalahan Valtteri Bottas yang membuatnya melepas kemenangan untuk rekan setimnya, Hamilton.

X post embed

3. Statisktik di GP Azerbaijan

Setelah menggelar European GP pada 2016 hingga rutin menggelar F1 GP Azerbaijan mulai 2017, Sebastian Vettel (Ferrari) memegang lap record tercepat selama 1 menit 43,411 detik pada 2017.

Dari dua balap F1 pada 2017 dan 2018, Ricciardo dan Hamilton masing-masing berbagi satu kemenangan. Sementara pebalap tersukses adalah Sergio Perez dengan dua kali podium (2016 dan 2018) di Sirkuit Baku.

Di Baku juga, Lance Stroll menjadi pebalap termuda kedua yang mencetak podium dengan finis ketiganya di 2017 dalam usia 18 tahun 239 hari, lebih tua 11 hari dari rekor milik Max Verstappen, yang menang di GP Spanyol 2016.

X post embed

Tahun ini, Formula 1 GP Azerbaijan 2019 akan dibuka dengan sesi latihan bebas satu (FP1) pada Jumat (26/4/2019). Setelah FP2 dan FP3, sesi kualifikasi berlangsung Sabtu (27/4) dan race sebagai agenda pamungkas GP Azerbaijan akan digelar Minggu (28/4) pukul 16:10 setempat atau 19:10 WIB.