Hamilton Tak Percaya Gagal Segel Gelar Juara Dunia di GP AS

kumparanSPORTverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kimi Raikkonen dan Lewis Hamilton di podium Formula 1 GP Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Jerome Miron)
zoom-in-whitePerbesar
Kimi Raikkonen dan Lewis Hamilton di podium Formula 1 GP Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Jerome Miron)

Lewis Hamilton meratapi kegagalannya menyegel gelar juara dunia Formula 1 (F1) di Grand Prix Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/10/2018) dini hari WIB. Pebalap asal Inggris itu pun mengaku tak percaya, kesempatan emas di depan mata lenyap begitu saja.

Pada balapan yang berlangsung di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Hamilton sebetulnya start dari posisi terdepan. Namun, pebalap Scuderia Ferrari, Kimi Raikkonen, langsung menyalipnya ketika memasuki tikungan pertama di lap pertama.

Di lap 22, Hamilton kemudian mengambil alih pimpinan balapan dan sempat berjaya sampai putaran ke-37. Tapi, masuknya Hamilton ke pit stop untuk mengganti ban di lap 38 menjadi momentum bagi Raikkonen untuk merangsek ke baris terdepan hingga akhirnya melewati garis finis sebagai pemenang balapan.

Hamilton sendiri finis di posisi tiga, tapi hasil itu tidak cukup membuatnya jadi juara dunia F1 karena rival terdekatnya di tabel klasemen, Sebastian Vettel, berhasil finis di posisi empat. Hasil ini membuat poin Hamilton menjadi 346 dan Vettel 276. Artinya, dengan tiga seri balapan yang tersisa, Vettel masih punya kans merebut gelar.

Kendati menyesal karena kesempatannya lepas dan mengakui bahwa strategi yang diterapkannya bersama tim Mercedes tidak berjalan lancar, Hamilton tak mau larut dalam kekecewaan. Kansnya mengunci gelar juara dunia masih terbuka pada GP selanjutnya di Meksiko.

"Saya tidak percaya bagaimana bisa strategi kami berakhir dengan hasil seperti ini. Tentu saja, saya sangat ingin memenangi balapan, tapi hal itu rasa-rasanya mustahil. Namun, pada akhirnya kami bisa menyajikan balapan yang menarik buat para penonton," kata Hamilton dilansir Speedweek.

"Sebetulnya saya bisa mengejar di akhir-akhir balapan, tapi jarak yang tercipta antara saya dengan dua pebalap di depan sangat besar. Jika saya memaksakan diri untuk terus menempel dan coba menyalip lawan, itu akan sangat berisiko," ujarnya menambahkan.

"Saya ikut senang untuk Raikkonen, dia sama sekali tidak melakukan kesalahan dan dia tampil sangat bagus. Sudah sangat lama buat Raikkonen sejak terakhir kali memenangi sebuah balapan. Saya rasa tidak ada orang yang tak ikut bahagia untuknya."

Lewis Hamilton saat membalap di GP Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Jerome Miron)
zoom-in-whitePerbesar
Lewis Hamilton saat membalap di GP Amerika Serikat. (Foto: Reuters/Jerome Miron)

Alasan lain yang membikin Hamilton gagal di GP AS ini adalah apiknya penampilan pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen. Start dari posisi ke-18, ia menuntaskan balapan dengan raihan podium nomor dua. Verstappen dan Hamilton pun sempat terlibat duel sengit di lap pamungkas. Tapi, alotnya perlawanan Verstappen membuat Hamilton sempat melebar keluar lintasan.

"Verstappen pun memberikan perlawanan yang sangat sengit. Sebetulnya kami berharap bisa lebih kompetitif, tapi kami punya sedikit masalah dengan ban Pirelli. Penentuan gelar juara dunia tidak terjadi di sini, tapi tak masalah. Saya akan melakukannya di GP Meksiko," pungkas Hamilton.