Ide Bodoh Petinggi Red Bull: Minta Pebalapnya Terinfeksi Virus Corona

kumparanSPORTverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petinggi Red Bull Racing, Helmut Marko. Foto: Reuters/Loren Elliott
zoom-in-whitePerbesar
Petinggi Red Bull Racing, Helmut Marko. Foto: Reuters/Loren Elliott

Ide bodoh sebaiknya memang sebaiknya disimpan saja rapat-rapat tetapi itu tidak dilakukan oleh salah satu petinggi Red Bull Racing, Helmut Marko. Pria yang menjabat sebagai kepala pengembangan pebalap itu sempat melontarkan ide agar para pebalapnya terinfeksi virus corona.

Ide ini disampaikan Marko kepada stasiun televisi Austria, ORF. Menurutnya, ini adalah 'waktu yang ideal' bagi para pebalap untuk terinfeksi virus corona karena Formula 1 musim 2020 baru bakal dimulai pada pertengahan Juni mendatang di Kanada.

Formula 1 musim 2020 sendiri sejatinya sudah dimulai pada 15 Maret lalu di Australia. Akan tetapi, pandemi virus corona membuyarkan segalanya. Akibat penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 780 ribu orang di seluruh dunia ini, enam seri perdana musim 2020 ditunda atau dibatalkan.

Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen, dalam sesi uji coba di Belgia. Foto: Reuters/Eva Plevier

Dengan demikian, ada waktu kurang lebih satu setengah bulan sampai musim benar-benar dimulai. Mumpung masih ada waktu, Marko ingin para pebalapnya—Max Verstappen & Alexander Albon dari Red Bull serta Pierre Gasly & Daniil Kvyat dari AlphaTauri—terinfeksi corona.

"Kami punya empat pebalap Formula 1 dan delapan atau sepuluh pebalap junior. Ideku adalah mengumpulkan mereka dalam sebuah kamp untuk mengisi waktu luang dan itu akan jadi waktu ideal bagi mereka untuk terinfeksi," tutur Marko.

"Mereka semua adalah pria muda yang sehat dan kuat. Kalau mereka terinfeksi di kamp tersebut, mereka bakal benar-benar siap ketika musim dimulai. Musim kompetisi depan akan sangat sulit dan mereka semua harus benar-benar siap," lanjutnya.

Max Verstappen dalam tes resmi Formula 1 di Catalunya. Foto: Reuters/Albert Gea

Untungnya, jumlah orang yang berpikir jernih di tim Red Bull lebih banyak sehingga ide Marko itu pun ditolak. "Sederhananya, ide tersebut tidak diterima dengan baik," kata pria 76 tahun itu.

Terlepas dari ide bodoh itu, Marko mengapresiasi kinerja Red Bull dan tim Formula 1 lainnya dalam memproduksi ventilator yang amat dibutuhkan dalam memerangi virus corona.

"Kami memproduksi ventilator. Ini adalah nilai positif bagi Formula 1, bahwa kami bisa bereaksi terhadap tantangan teknologi terbesar dalam waktu yang amat singkat serta melakukan produksi dengan kecepatan mengesankan," ujarnya.

-----

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!