Indonesia Bawa Pulang 7 Medali dari Asian MMA Championships 2026 di Uzbekistan
·waktu baca 3 menit

Tim nasional Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia di bawah naungan PB.PERTACAMI menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan MMA Asia 2026.
Pada kategori U-18, medali perak dipersembahkan oleh Lukas Oliver Lubis Sedlak pada nomor U18 Traditional MMA 65 kg Boys. Sementara medali perunggu diraih oleh Manayra Maritza Hersianti Siagian di nomor U18 Modern MMA 50 kg Girls.
Hasil ini sangat membanggakan menurut Ketua Umum PB.PERTACAMI, Tommy Paulus Hermawan. Ini bukti dari pemusatan latihan yang kami lakukan secara konsisten, mampu menghantarkan atlet atlet muda MMA Indonesia siap berjuang dan menempatkan diri mereka sebagai yang terbaik di level Asia.
Dua atlet U-18 yang PB.PERTACAMI kirimkan membawa pulang medali Perak dan Perunggu pada 2nd AMMA Youth Championships 2026 dan Tim Senior berhasil membawa pulang 5 medali, Medali emas dipersembahkan oleh Novia Pesik pada nomor Modern MMA 49 kg Women.
Adapun empat medali perunggu diraih oleh Vallensia Fahira Hotmauli di nomor Modern MMA 54 kg Women, Dwi Ani Retno Wulan di nomor Traditional MMA 54 kg Women, Panca Julian Saputra di nomor Traditional MMA 60 kg Men, serta Ananda Wahyu Setyo Prabowo di nomor Traditional MMA 77 kg Men.
Tommy menjelaskan bahwa Kejuaraan Asia ini menjadi momentum penting bagi perjalanan MMA Indonesia karena berhasil meloloskan beberapa atlet MMA pada kualifikasi menuju Asian Games yang akan dipertandingkan pada tanggal 20 - 22 September 2026 Nagoya, Jepang dan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) pada bulan November 2026 mendatang di kota Riyadh, Saudi Arabia.
Berkat capaian tersebut, Tim Indonesia berhasil menempati peringkat ke-7 bersama dengan Tim Saudi Arabia pada Asia Mixed Martial Arts Championships yang diikuti dari 23 negara Asia dan menempatkan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara yang mampu masuk dalam 7 besar Asia.
Selain atlet peraih medali, atlet Indonesia lainnya juga menunjukkan performa kompetitif sepanjang kejuaraan. Gibran Alfarizi dkk juga menempati posisi kelima pada nomor Traditional MMA 65 kg Men, bersama Yosua Pratama Purba, Firman Muharram Syach, dan Yusni Nurhayati Hutasoit yang terhenti di 5 besar turut menunjukkan perjuangan terbaik mereka di masing-masing kelas.
“Para Atlet sudah berjuang dengan tampil prima di Tashkent, kami melihat perkembangan yang sangat positif dari sisi performa, daya tahan mereka serta teknik atlet-atlet Indonesia tampil semakin matang, khususnya dalam aspek grappling, transisi dari striking menjadi permainan grappling, serta kontrol waktu saat pertandingan," kata Tommy.
"Mereka mampu beradaptasi dengan tempo dan karakter lawan-lawan dari berbagai negara negara Asia. Hasil ini menjadi bahan evaluasi dan persiapan kami menuju Asian Games, AIMAG, GAMMA Continental Championships, dan GAMMA World Championships 2026," lanjutnya.
Prestasi di Tashkent menjadi catatan penting bagi perkembangan MMA Indonesia dan mempertegas komitmen PB Pertacami dalam menyiapkan atletatlet terbaik dari kelompok usia muda hingga senior untuk bersaing di level Asia dan dunia.
